AyoTau, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan memperkuat peran Posyandu melalui berbagai program strategis yang disampaikan Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, saat menutup Rakor Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulteng Tahun 2025, Kamis (20/11/2025).
Di bidang pendidikan, Gubernur menegaskan pentingnya pendataan anak usia PAUD oleh kader Posyandu sebagai bagian dari persiapan penerapan Wajib Belajar 13 Tahun pada 2027. Selain itu, mulai 2026 kader Posyandu akan dilibatkan dalam verifikasi data kemiskinan untuk memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengumumkan program Penghargaan Posyandu Terbaik mulai tahun 2026. Posyandu dengan peringkat pertama akan memperoleh Rp 50 juta, peringkat kedua Rp 25 juta, dan peringkat ketiga Rp 10 juta sebagai bentuk apresiasi dan motivasi peningkatan layanan.
Ia menekankan bahwa upaya penguatan Posyandu akan mencakup edukasi gizi, pemantauan kasus underweight dan gizi lebih, serta peningkatan sanitasi lingkungan. Menurutnya, daya dukung layanan dasar harus lebih kuat agar keluarga dan anak-anak mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal.
Gubernur berharap seluruh hasil Rakor dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di kabupaten/kota. “Penghargaan ini diharapkan memacu peningkatan kualitas pelayanan Posyandu di seluruh wilayah,” ujarnya.(*)







