Kerjasama Atasi Kendala Swasembada Pangan

Ayotau, Palu- Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Nelson Metubun, menyebut dalam mewujudkan swasembada pangan menghadapi kendala yang diatasi dengan kerjasama bersama pihak terkait.

“Semua dapat diatasi dengan kerjasama dan semangat untuk menyukseskan program menuju swasembada pangan berkelanjutan melalui peningkatan produksi tanaman pangan,” ucap Nelson di Palu, baru-baru ini.

Diketahui, swasembada pangan menjadi program pembangunan pertanian yang strategis karena memiliki dampak luas. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah salah satunya dengan meningkatkan dan mempertahankan luas tambah tanam.

Upaya yang dapat dilakukan dengan meningkatkan dan mempertahan Luas Tambah Tanam (LTT) Pajale melalui identifikasi lahan-lahan yang telah panen/bero/lahan tidur untuk segera diolah dan ditanami, percepatan pemetaan lahan sawah (poligon) dan percepatan CPCL (poligon)  program bantuan pemerintah tahun 2022.

Kemudian mengoptimalkan pemanfaatan alsintan (brigade) untuk percepatan pengolahan lahan/panen, mengaktifkan pencatatan dan pelaporan LTT, luas panen dan produksi oleh KCD/KUPT/MTK ke dinas kab/kota (Dinas kab/kota ke BPS Kab/Kota serta Dinas TPH Provinsi).

Berikutnya mendorong reporter melakukan penginputan luas tanam/panen dan produktivitas melalui aplikasi si PDPS & BANPEM, dengan melampirkan foto open camera hamparan pertanaman (komoditas tanaman pangan).

Nelson memohon agar BPTP Sulawesi Tengah dapat terus mendampingi dan bersinergi dalam menyukseskan program swasembada pangan di Sulawesi Tengah. Selain itu, disampaikan pula mengenai rencana kegiatan serealia tahun 2023, antara lain produksi jagung komposit, padi bifortifikasi, perbenihan jagung dan padi, pengembangan shorgum, jagung hibrida dan kedelai.

Sementara terkait optimalisasi peningkatan indeks pertanaman (OPIP) diharapkan dinas dari setiap Kabupaten/Kota untuk segera melakukan pendataan CPCL program-program tersebut. Adapun sehubungan dengan pengembangan benih padi, BPTP Sulteng menyediakan benih padi biofortifikasi Varietas Inpari IR Nutrizinc dan benih padi umur genjah Varietas Cakrabuana Agritan dalam mendukung program pengembangan padi IP 400 di Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antar Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan dengan Badan Litbang Pertanian. Untuk memperoleh benih bantuan tersebut, pihak BPTP akan menyalurkan sesuai dengan prosedur CPCL yang disetujui Dinas TPH Provinsi sebagimana yang sudah terdistribusi pada beberapa Kabupaten di Sulteng. (JT)

 

Komentar