Helat 60 Konten Kegiatan Hingga Desember

Ayotau, Palu- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan berbagai kegiatan dan lomba yang dikemas dalam Festival Literasi. Kegiatan tersebut dalam rangka Peringatan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kujungan Perpustakaan pada September 2022 serta Peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

“Sejauh ini persiapan yang kita lakukan sudah sangat matang. Nantinya ada berbagai kegiatan, diantaranya adalah lomba minat baca, pameran promosi perpustakaan dan kearsipan, serta gerakan peduli dan cinta perpustakaan serta kearsipan. Semua kegiata itu diadakan secara swakelola yang dikemas dalam tajuk kegiatan Festival Literasi Sulteng,” kata Kepala Dispusarda Sulteng, I Nyoman Sriadijaya, di ruang kerjanya, Jumat, 23 September 2022.

I Nyoman mengatakan, Festival Literasi ini mengusung tema “Mengenal Sisi Lain Sulawesi Tengah melalui Transformasi Perpustakaan dan Kearsipan Digital sebagai Memori Kolektif Bangsa”.

“Hal ini tidak terlepas dengan program unggulan perpustakaan nasional yakni transformasi perpustakaan untuk mewujudkan ekosistem digital nasional, serta mendukung arsip nasional RI dalam hal tertib arsip transformasi kearsipan digital dalam rangka mewujudkan memori kolektif bangsa,” ujarnya.

Pada dasarnya, kata I Nyoman, tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan promosi perpustakaan dan kearsipan, meningkatkan indeks literasi masyarakat, dan memberikan pemahaman betapa pentingnya arsip bagi generasi akan datang.

“Terkait dengan pameran promosi, hal ini sebagai wahana transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, serta juga sebagai gerakan untuk cinta dan peduli terhadap perpustakaan dan kearsipan, sekaligus arsip kebencanaan, sehingga festival ini dikemas, selain memperingati Hari Kesaktian Pancasila, juga memperingati empat tahun bencana gempa bumi, likuefaksi, tsunami, yang pernah menimpa pada tiga kabupaten dan kota di Sulteng pada 2018 lalu,” jelasnya.

“Maka tagline kami adalah Memorial Central Celebes 18, dengan fokus kepada mari selamatkan arsip kebencanaan sebagai memori kelektif bangsa,” ungkapnya.

Perlu diketahui, kata I Nyoman, persiapan yang dilakukanya sudah sejak tiga bulan lalu dengan menyusun perencanaan, melakukan koordinasi, komunikasi, kepada pihak Perpustakaan dan Arsip Nasional RI. Bahkan, kata dia, juga melibatkan semua OPD lingkup Provinsi Sulteng dan kabupaten/kota, BUMN dan BUMD, dan juga komunitas serta pengiat literasi.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan melibatkan pemangku kepentingan. Tentu merekalah dari perwakilan baik dari OPD, komunitas, penggiat literasi, yang kami libatkan secara langsung untuk menyukseskan kegiatan ini. Sehingga kegiatan ini masih merupakan eksebisi, karena belum pernah dilakukan Festival Literasi di Sulteng, yang kurang lebih 60 konten kegiatan yang kami akan helat selama September hingga Desember 2022,” katanya.

Acara ini akan dilaksanakan pada 28 September 2022, melalui Fun Bike dengan tajuk Fun Adventure Wisata Edukasi dan Religi Likuefaksi. Ada berbagai doorpraize dari berbagai OPD yang akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak likuefaksi di Petobo.

Di samping itu, kata I Nyoman, Pameran Penyelematan Arsip Kebencanaan akan dibuka Layanan Retorasi Arsip Keluarga (LARASKA).

“Maka diimbau bagi masyarakat yang memiliki arsip keluarga yang rusak akibat bencana, Tim dari Direktorat Pemanfaatan dan Layanan Kearsipan Arsip Nasional RI akan memberikan layanan perbaikan gratis,” ungkapnya.

“Termasuk layanan kependudukan dari DisDukcapil Provinsi dan Kota Palu. Bahkan layanan vaksin dan layanan Kartu Anggota Perpustakaan Terintegrasi dengan Perpustakaan Nasional RI juga dibuka selama pameran,” katanya. (JT/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *