AyoTau, Palu – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan perlindungan anak di Sulawesi Tengah. Mengusung tema “Anak Terlindungi, Sulawesi Tengah Maju”, peringatan HAN tahun ini menegaskan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai investasi masa depan daerah.
Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengatakan masih banyak persoalan yang mengancam masa depan anak di Sulawesi Tengah, mulai dari kekerasan terhadap anak, pernikahan usia dini, stunting, anak putus sekolah, perundungan (bullying), hingga dampak negatif perkembangan teknologi digital.
“Anak-anak Sulawesi Tengah berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang. Mereka tidak boleh menjadi korban kekerasan, eksploitasi, maupun kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Wiwik.
Menurut Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah tersebut, tantangan perlindungan anak semakin kompleks. Selain faktor ekonomi yang berpotensi menyebabkan anak putus sekolah, perkembangan teknologi juga memunculkan ancaman baru seperti kecanduan gawai, paparan konten negatif, hingga kejahatan digital yang menyasar anak.
Bunda Wiwik menegaskan keluarga merupakan garda terdepan dalam melindungi anak. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, dengan kehadiran orang tua yang tidak hanya secara fisik, tetapi juga emosional dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Anak yang terlindungi akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan berdaya saing. Sebaliknya, ketika hak-hak anak terabaikan, masa depan daerah juga akan menghadapi tantangan yang lebih besar,” katanya.
Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem ramah anak. Menurutnya, program pencegahan stunting, penguatan pendidikan karakter, perlindungan dari kekerasan, serta peningkatan kualitas pengasuhan keluarga harus terus diperkuat.
Bunda Wiwik berharap Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini merupakan investasi terbaik bagi kemajuan Sulawesi Tengah.
“Mari kita jaga, lindungi, dan dampingi anak-anak kita. Dari anak yang bahagia dan terlindungi akan lahir generasi hebat yang membawa Sulawesi Tengah semakin maju dan sejahtera,” tutupnya. (*)














