Festival Kopi 2022, Upaya Kembangkan Industri Kopi Sulteng

Ayotau, Sigi- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berharap industri kopi Sulteng dapat dikembangkan, khususnya Kopi di Sigi yang dikenal saat ini kopi Dombu, kopi Kamanuru, dan Kopi Pipikoro, serta kopi Toratima.

Selain itu, standar kualitas produk kopi diharapkan dapat diciptakan bernilai dan bercita rasa tinggi.

Harapan itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Dra. Diah Agustiningsih saat membacakan sambutan Gubernur Sulteng, H. Rusdy Mastura, pada Festival Kopi 2022.

Festival Kopi yang digelar di Kabupaten Sigi, Rabu, 16 November 2022 itu, mengangkat tema “Arah Pengembangan Pariwisata Industri Kopi di Sulteng”.

Beragam kegiatan yang diadakan di Festival Kopi tersebut, diantaranya Lomba Kopi, Pameran Kopi, Talkshow, Pertunjukan Musik, Line Dance, serta penampilan Musik Bambu.

Pada kegiatan tersebut, tampak hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Muharram Nurdin, serta Ketua d’ULD Sulawesi Tengah, Kartini Malarangan, serta sejumlah pejabat lainnya

Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Dra. Diah Agustiningsih mengatakan, pemerintah Sulteng memandang penting dan menaruh perhatian penuh terhadap kegiatan tersebut.

“Berbicara tentang kopi tentunya membahas kopi dari hulu ke hilir, olehnya pengetahuan tentang kopi akan terus berkembang mengikuti arahnya, yang bersentuhan langsung baik dari Petani, para Pengiat Kopi, maupun pelaku usaha kopi itu sendiri, hingga pada pemasaranya,” kata Diah.

Diah saat membacakan sambutan Gubernur berharap, kepada pelaku usaha kopi agar lebih meningkatkan kreativitas dan inovasinya, dalam memanfaatkan kopi.

Dikatakan, Festival Kopi ini sangat diperlukan untuk menjadi salah satu penunjang, pengembangan subsektor ekonomi kreatif di Sulteng, yang menjadi sentra perdagangan bagi para pelaku bisnis, sehingga kualitas dan kuantitas produk kopi dapat dijadikan standarisasi dalam pencapaian hasil yang maksimal.

“Olehnya itu melalui kegiatan ini diharapkan produksi kopi nantinya mampu bersaing dan berkembang, sehingga dapat tersedianya pasar usaha ekonomi kreatif di Sulteng, khususnya di subsektor kuliner dan lebih khusus lagi di sektor minuman kopi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram Nurdin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Kopi 2022 Sulteng yang di gelar Dinas Pariwisata Sulteng.

Menurut Muharram, usaha dibidang perkopian dinilai mempunyai prospek yang sangat bagus dan menjanjikan kedepannya.

“Kita lihat saja warkop di Kota Palu, makin ramai. Artinya, ini sangat menjanjikan,” ujarnya

Namun kata dia, dibutuhkan dukungan dari semua stakeholder terkait agar bisnis kopi yang sudah turun temurun itu dapat dipertahankan. Bahkan, harus lebih berkembang.

“Saya berharap Dinas Pariwisata terus mempromosikan potensi-potensi usaha ekonomi kreatif di Sulteng,” tutup Ketua PDIP Sulteng itu..(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *