Cudy Ingatkan Bupati/Walikota Masukkan Anggaran Bencana

Ayotau, Palu – Sejak gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong 2018 silam, pemerintah daerah masih berkutat dengan persoalan yang sama, yakni penyediaan Hunian Tetap (Huntap) untuk korban.

Masih mandeknya pembangunan Huntap dikarenakan lahan yang belum tersedia, sehingga dua tahun lebih korban bencana, masih ada yang tidur ditenda-tenda pengungsian. Karena itu, Gubernur Sulawesi Tengah terpilih, Rusdi Mastura, berjanji langsung bergerak cepat menuntaskan seluruh persoalan bencana jika sudah dilantik.

Dalam Rakorwilsus Partai Nasdem, 2 April 2021, Rusdi Mastura mengkritisi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah provinsi lebih banyak kesektor fisik yang tidak ada hubungannya dengan penanganan bencana, sementara persoalan bencana belum juga diselesaikan.

“Saya sudah bertemu dengan tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR). Disampaikan ke saya, dana untuk membangun Huntap sudah tersedia, hanya saja lahannya bermasalah. Anggarannya tidak bisa dikucurkan, karena penyedia dana (Bank Dunia) tidak ingin pembangunan Huntap dibangun diatas tanah bermasalah,” tutur Cudy.

Karena itu, Cudy berjanji bila sudah dilantik langsung mengalokasikan anggaran untuk pengadaan lahan Huntap. Bukan hanya pemerintah provinsi, Cudy juga mewajibkan pemerintah daerah terdampak bencana wajib memasukan anggaran pengadaan lahan.

“Perubahan APBD 2021 nanti sudah saya yang memimpin. Saya sudah komitmen dengan ibu ketua DPRD Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira, langsung memasukan anggaran pengadaan tanah. Saya juga wajibkan kepada kepala daerah terdampak untuk memasukannya juga, jika tidak, APBDnya sayang tidak tandatangan,” tegas Cudy.

Sesuai hitung-hitungan tim RR, dibutuhkan sekitar Rp100 miliar untuk mengatasi persoalan bencana. Dengan anggaran itu, pemerintah daerah dapat menyediakan lahan Huntap hingga pengadaan air bersih untuk korban terdampak.

Dikepemimpinannya kedepan, Cudy berjanji memfokuskan anggaran yang berdampak langsung kepada masyarakat, ketimbang membangun gedung-gedung yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat.(win)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed