AyoTau, Palu — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) resmi membuka Program Inkubasi Pabeta Tahun 2026 di Palu, Selasa (1/9/2026).
Program strategis tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan misi pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulawesi Tengah periode 2025–2029.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah, H. Sumarno, mengatakan sektor UKM memiliki peran penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
Namun, menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang mengalami kendala dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnis akibat keterbatasan pengetahuan manajemen, pemahaman pasar, serta belum adanya sistem pengembangan usaha yang terarah.
Karena itu, Inkubasi Pabeta diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pendampingan secara terstruktur sehingga mampu mempertahankan usaha, berkembang secara sehat, dan meningkatkan daya saing.
Program Inkubasi Pabeta dirancang untuk mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, BERANI HARMONI.
Selain itu, program ini diarahkan untuk mendorong UMKM yang mengelola komoditas unggulan daerah agar mampu naik kelas, melakukan pengembangan usaha atau scale up, serta memperluas akses pasar.
Penguatan UMKM juga diharapkan berkontribusi dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan sekaligus meningkatkan rasio kewirausahaan daerah.
Langkah tersebut sejalan dengan arah pengembangan kewirausahaan nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022.
Program Inkubasi Pabeta 2026 dirancang berlangsung selama empat bulan, mulai Juli hingga November 2026. Proses pembelajaran mencapai 636 Jam Pelajaran/Pelatihan (JPL) dengan metode bauran, yakni melalui pembelajaran tatap muka dan daring.
Antusiasme pelaku UMKM di Sulawesi Tengah terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 93 orang. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 50 peserta dinyatakan lolos pada tahap awal.
Selanjutnya, berdasarkan hasil verifikasi dan seleksi akhir, sebanyak 26 peserta ditetapkan mengikuti program secara penuh. Para peserta tersebut merupakan perwakilan dari 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Selama program berlangsung, peserta akan mendapatkan pendampingan dari tenaga ahli Program Inkubasi Pabeta serta praktisi kewirausahaan.
Pendampingan dibagi dalam tiga tahapan utama.
Tahap pertama adalah pra-inkubasi, yang meliputi workshop bisnis, onboarding tenant, hingga penilaian kesiapan bisnis masing-masing peserta.
Tahap kedua yakni inkubasi, dengan fokus pada pendampingan dan mentoring yang lebih spesifik, antara lain manajemen mutu dan produksi, kunjungan ke lokasi usaha, serta kegiatan business matching.
Tahap terakhir adalah pasca-inkubasi, yang mencakup workshop penguatan bisnis, evaluasi capaian, serta diakhiri dengan proses graduasi dan pemberian penghargaan atau awarding kepada para tenant.(*)






