AYOTAU, SOROWAKO– Komitmen PT Vale Indonesia Tbk dalam mencetak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan kembali ditegaskan melalui peluncuran Kelas Konservasi, sebuah program pengembangan kapasitas bagi 50 pelajar SMA/sederajat dari wilayah pemberdayaan di Kabupaten Luwu Timur.
Program yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 PT Vale itu digelar di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda. Kelas Konservasi menjadi wadah pembelajaran yang mengintegrasikan materi konservasi lingkungan, kepemimpinan, praktik lapangan, kepenulisan, hingga ekonomi hijau untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak keberlanjutan.
Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan tantangan keberlanjutan saat ini tidak cukup dijawab melalui inovasi teknologi maupun kepatuhan terhadap regulasi semata. Menurutnya, masa depan lingkungan sangat ditentukan oleh lahirnya generasi yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan keberanian mengambil peran sebagai agen perubahan.
“Output dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menjadi duta lingkungan yang mandiri. Mereka tidak hanya belajar secara normatif di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Kami berharap mereka menjadi generasi yang mampu memberikan contoh, gagasan, dan inspirasi bagi masyarakat maupun teman-teman sebayanya,” ujar Budiawansyah.
Ia menambahkan, Kelas Konservasi diharapkan menjadi investasi sosial yang meninggalkan dampak jangka panjang melalui tumbuhnya budaya konservasi di tengah masyarakat.
“Harapan kami sederhana, program ini menjadi sebuah legacy. Kepedulian terhadap konservasi harus dibangun sejak dini hingga menjadi bagian dari karakter. Masa remaja adalah periode yang penuh kreativitas dan semangat. Karena itu, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berkreasi, dan berkontribusi bagi lingkungan mulai sekarang,” katanya.
Selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026, para peserta akan mengikuti rangkaian pembelajaran secara daring dan luring. Program meliputi orientasi, kelas teori, kunjungan lapangan, penyusunan mini project, pelatihan kepenulisan, hingga seminar akhir sebagai wadah mempresentasikan gagasan dan solusi terhadap persoalan lingkungan di daerah masing-masing.
Kurikulum program juga diperkuat melalui kolaborasi dengan akademisi, praktisi, dan para ahli internal PT Vale yang akan memberikan wawasan komprehensif mengenai konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem, pengelolaan sampah berbasis ekosistem, hingga praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo, menyambut positif peluncuran Kelas Konservasi. Menurutnya, program tersebut menjadi ruang belajar yang sangat relevan bagi generasi muda untuk memperluas wawasan sekaligus terlibat langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Program seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung tentang lingkungan dan konservasi. Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor yang membawa perubahan positif di masyarakat, khususnya di Luwu Timur,” ujarnya.
Melalui Kelas Konservasi, PT Vale menegaskan bahwa investasi terhadap keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui pembangunan sumber daya manusia yang siap melanjutkan estafet kepedulian terhadap lingkungan.
Sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), program ini diharapkan mampu melahirkan duta-duta lingkungan yang aktif menggerakkan aksi konservasi, memperkuat kolaborasi di tingkat komunitas, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di Luwu Timur. (**)








