AyoTau, Palu – Bank Mandiri menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi melalui aksi tanggap darurat yang dilakukan sejak hari pertama pascabencana. Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, Bank Mandiri juga terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Area Head Bank Mandiri Sulawesi Tengah, Andi Sibly, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada masyarakat yang terdampak gempa di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.
“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini adalah panggilan kemanusiaan dan persaudaraan bagi kita semua,” ujarnya, Kamis 25 Juni 2026.
Menurut Andi, sehari setelah gempa terjadi, tim Bank Mandiri langsung bergerak ke lokasi terdampak dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi. Setelah akses jalan terbuka, tim kemudian menjangkau sejumlah desa terdampak di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo.
Bantuan yang disalurkan meliputi terpal, tenda, karpet, selimut, air bersih, serta paket sembako yang sangat dibutuhkan warga di lokasi pengungsian.
“Manajemen Bank Mandiri langsung menginstruksikan tim tanggap cepat untuk turun ke lapangan. Sebagai perusahaan milik negara, kami harus hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan bantuan,” kata Andi.
Ia menjelaskan bantuan telah disalurkan melalui BPBD maupun langsung ke posko-posko pengungsian di sejumlah desa, termasuk Kamarora A, Kamarora B, Palolo, dan Kadidia.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para penyintas yang masih menghadapi berbagai keterbatasan pascagempa.
“Kalau malam ada selimut yang menghangatkan, saat hujan ada tenda yang melindungi, dan ketika lapar ada sembako yang bisa dinikmati. Itu bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Sulawesi Tengah,” tambahnya.
UMKM Perlu Perkuat Manajemen Usaha
Selain fokus pada bantuan kemanusiaan, Bank Mandiri juga terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pengelolaan usaha yang lebih modern dan terukur.
Andi menilai salah satu tantangan utama pelaku usaha kecil adalah belum optimalnya pencatatan keuangan dan manajemen bisnis. Akibatnya, banyak pelaku usaha kesulitan mengukur keuntungan, mengelola stok, hingga mengakses pembiayaan perbankan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Mandiri menghadirkan aplikasi Livin Merchant, sebuah platform digital yang dapat digunakan UMKM secara gratis.
“Melalui Livin Merchant, pelaku usaha bisa mengelola stok barang, memantau penjualan, menghitung omzet, hingga membuat laporan keuangan secara sederhana. Bahkan bisa membantu perhitungan pajak usaha,” jelasnya.
Menurut Andi, penggunaan aplikasi digital akan membantu pelaku UMKM memahami kondisi usahanya secara lebih akurat dibanding hanya mengandalkan perkiraan.
Ia menambahkan, Bank Mandiri juga terus memperluas ekosistem transaksi digital dengan memperbanyak mesin setor tunai (CRM), perangkat EDC, serta layanan QRIS agar masyarakat semakin mudah bertransaksi secara non-tunai.
“Kami ingin masyarakat menjadikan Livin sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Ketika transaksi digital semakin mudah dan ekosistemnya tersedia, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga akan semakin efisien dan berkembang,” pungkasnya. (*)






