AyoTau, Palu — Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah membekali 71 enumerator untuk melaksanakan pendataan masyarakat miskin dan tidak mampu melalui metode In-Depth Interview (IDI). Pembekalan berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (8–9/8/2026), untuk wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala.
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembekalan Enumerator IDI tersebut dilaksanakan secara serentak dalam dua kelas. Kelas Kota Palu berlangsung di Aula Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dengan 23 peserta, sedangkan kelas Kabupaten Donggala digelar di Hotel Gajah Mada, Kota Palu, dan diikuti 48 enumerator.
Bimtek ini menjadi tahapan awal sebelum para enumerator turun ke lapangan melakukan wawancara mendalam kepada keluarga sasaran. Metode IDI digunakan untuk memperoleh data kualitatif yang lebih mendalam mengenai kondisi masyarakat miskin dan tidak mampu, sekaligus mendukung penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Rifki Anata Mustaqim, sejumlah narasumber turut memberikan pembekalan, di antaranya Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah Kiki Rezqi Ramdaniasari, perwakilan BPS Provinsi Sulawesi Tengah Annisa Nur Kusuma,dan Sandy Aji Mukarromsyah, Tim Ahli, serta Tim Pengembang Aplikasi (Tim IT).
Kepala Dinas Sosial menekankan pentingnya akurasi data dalam mendukung kebijakan penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, penanganan kemiskinan membutuhkan data yang tidak hanya akurat dan valid, tetapi juga mampu menggambarkan kondisi riil masyarakat.
Melalui wawancara mendalam, enumerator diharapkan dapat menggali berbagai informasi terkait penyebab kemiskinan, tingkat kerentanan sosial, strategi bertahan hidup masyarakat, serta faktor lain yang menjadi dasar penyusunan program perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.
Dalam arahannya, Rifki menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme enumerator menjadi salah satu kunci keberhasilan pendataan.
“Keberhasilan pendataan sangat bergantung pada integritas dan profesionalisme enumerator di lapangan. Setiap enumerator diminta bekerja secara objektif, menjaga etika, menghormati responden, serta menjaga kerahasiaan data sesuai ketentuan yang berlaku.”
Selama Bimtek, peserta mendapatkan sejumlah materi. Kepala Dinas Sosial menyampaikan kebijakan penanganan kemiskinan, sementara Sekretaris Dinas Sosial memaparkan pengelolaan DTSEN dan program In-Depth Interview.
Tim Ahli memberikan materi mengenai definisi operasional instrumen dan teknik wawancara. Sementara itu, BPS Provinsi Sulawesi Tengah membekali peserta dengan strategi pendataan dan wawancara kepada responden.
Tim IT kemudian memperkenalkan aplikasi BERANI BERSINAR yang akan digunakan dalam pelaksanaan program IDI.
Setelah pembekalan, seluruh enumerator akan melaksanakan wawancara langsung kepada keluarga sasaran berdasarkan wilayah penugasan masing-masing.
Rangkaian Bimtek resmi ditutup oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah pada Minggu (9/8/2026) pukul 15.00 WITA.
Dalam penutupan tersebut, Rifki berharap seluruh enumerator dapat menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan menghasilkan data berkualitas sebagai landasan penyusunan kebijakan perlindungan sosial serta penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Tengah.
“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh enumerator untuk bekerja dengan jujur, profesional, dan penuh dedikasi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.” (*)









