Ayotau, Kolaka– PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip-prinsip ketenagakerjaan yang adil dan inklusif. Dalam kunjungan kerja ke site PT Vale di Pomalaa, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Immanuel Ebenezer, memberikan apresiasi atas penerapan praktik ketenagakerjaan perusahaan yang dinilai menjunjung tinggi hak asasi manusia serta regulasi nasional.
Turut mendampingi kunjungan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Ahmad Safei dan Bupati Kolaka Amri, yang juga menyampaikan pandangan positif terhadap kontribusi PT Vale dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Luar biasa. PT Vale adalah contoh nyata industri yang menjunjung tinggi integritas ketenagakerjaan dari rekrutmen berbasis kompetensi, tidak ada penahanan ijazah, hingga perlindungan maksimal bagi pekerja perempuan. Ini sejalan dengan arah kebijakan negara,” ujar Wamenaker Immanuel Ebenezer, Jumat (14/6/2025).
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan seksual, sesuai amanat Konvensi ILO No. 190 yang telah diratifikasi Indonesia. PT Vale, menurutnya, telah menunjukkan langkah progresif dalam menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkeadilan.
Sementara itu, Ahmad Safei, Anggota DPR RI sekaligus mantan Bupati Kolaka, menilai kehadiran investasi strategis seperti PT Vale merupakan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata.
“Jika investasi ini dikelola dengan berkeadilan dan sesuai aturan, maka manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh ekosistem: perusahaan tumbuh, masyarakat sejahtera, dan pemerintah daerah kuat. Inilah esensi bernegara,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Bupati Kolaka Amri menegaskan bahwa keberpihakan terhadap masyarakat dan tenaga kerja lokal adalah hal mutlak dalam setiap operasional industri.
“Komitmen terhadap masyarakat lokal bukan hanya soal kewajiban moral, tapi menjadi fondasi bagi keberlanjutan sosial perusahaan. Kami harap PT Vale terus memperkuat perekrutan tenaga kerja lokal secara adil sesuai amanat Perda,” ujar Amri.
Menanggapi hal tersebut, Head of Pomalaa Project PT Vale, Mohammad Rifai, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan pemerintah. Ia menegaskan bahwa komitmen PT Vale adalah membangun industri tambang yang bukan hanya patuh regulasi, tetapi juga membawa nilai sosial yang tinggi.
“Bagi kami, ini bukan sekadar kunjungan. Ini adalah bentuk amanah, evaluasi, sekaligus dukungan yang memperkuat semangat kami untuk membuktikan bahwa tambang bisa menjadi ruang tumbuh bersama bagi negara, masyarakat, dan generasi mendatang,” tutur Rifai.
Sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan MIND ID, PT Vale berkomitmen untuk menjalankan operasional yang tidak hanya memenuhi standar teknis industri, tetapi juga memprioritaskan nilai-nilai sosial melalui praktik ketenagakerjaan berkeadilan, perlindungan hak perempuan, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan. (**)







