Wahid Irawan Dorong Budaya Peduli Lingkungan Berkelanjutan

AyoTau, Palu – Semangat menjaga kelestarian lingkungan kembali digaungkan melalui peluncuran buku Harmoni dengan Alam: Refleksi dan Petuah untuk Lingkungan Hidup Berkelanjutan yang dirangkaikan dengan kegiatan tasyakuran di Aula Fakultas Agama Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi gagasan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan masyarakat dalam membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Buku yang ditulis Prof. Kasman Jaya, Fitriah Fajar Magfirah, dan Prof. Ratnawati itu memuat refleksi serta pesan inspiratif mengenai hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Dengan memadukan pendekatan ilmiah dan nilai-nilai moral, buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah, Wahid Irawan,  dalam kesempatan tersebut menyampaikan selayang pandang mengenai pentingnya membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.

Wahid menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian alam tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat serta kolaborasi lintas sektor agar kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban bersama. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dan aksi nyata dari seluruh pihak,” ujar Wahid.

Ia menilai dunia akademik memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan melalui pengembangan pengetahuan, riset dan pendidikan. Gagasan yang lahir dari lingkungan kampus diharapkan dapat diterjemahkan menjadi gerakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peluncuran buku tersebut juga menghadirkan sejumlah akademisi dan pemerhati lingkungan sebagai penanggap. Diskusi membahas berbagai perspektif mengenai pembangunan berkelanjutan, pendidikan lingkungan serta peran generasi muda dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Wahid berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat.

Menurutnya, membangun kesadaran lingkungan membutuhkan proses yang berkelanjutan dan harus dimulai dari perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesadaran menjaga alam harus terus ditumbuhkan, terutama kepada generasi muda. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya. (*)