AyoTau, Morowali – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong seluruh sekolah menjadi bagian dari gerakan penguatan ketahanan pangan melalui Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) yang resmi diluncurkan Gubernur Anwar Hafid di SMAN 1 Bungku.
Gubernur menekankan bahwa sekolah merupakan pintu masuk penting dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai budidaya hortikultura sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi dari sektor pangan.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari hal sederhana dan dimulai dari sekolah. Bila setiap sekolah dapat menghasilkan cabai sendiri, maka biaya bisa dihemat dan anak-anak belajar tentang kemandirian,” ujar Anwar Hafid.
Selain memproduksi sendiri kebutuhan cabai, sekolah juga diharapkan mampu memanfaatkan lahan kosong, pekarangan, hingga green house untuk kegiatan praktik bercocok tanam. Tanaman cabai, yang mulai berbuah dalam waktu sekitar empat bulan, dinilai cocok sebagai tanaman edukatif dan produktif.
Dalam peninjauan yang dilakukan usai acara pencanangan, Gubernur mengapresiasi SMAN 1 Bungku yang dinilai siap menjalankan program tersebut. Pemanfaatan lahan praktik, green house, dan antusiasme siswa menjadi contoh baik bagi sekolah lainnya.
Program Gertam Cabai ini menjadi bagian dari implementasi Program Prioritas Daerah Berani Makmur, yang menekankan pembangunan ekonomi berbasis sektor pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Acara turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Sulteng Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, Setda Morowali, Kepala Dinas Pendidikan, serta sejumlah pejabat OPD dan para guru serta siswa SMAN 1 Bungku.(*)







