Tanggulangi Kemiskinan dengan Gercep Gaskan Berdaya

Ayotau, Palu- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah malalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengagas inovasi Gercep Gaskan Berdaya (Gerak Cepat Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat). Inovasi ini merupakan salah upaya dalam menanggulangi kemiskinan di Sulteng.

“Gercep Gaskan Berdaya merupakan model penanggulangan kemiskinan yang ditujukan untuk pemberdayaan dalam bentuk pemberian bantuan berupa uang tunai kepada masyarakat miskin, untuk pembelian sarana dan prasaraan kerja yang mendukung penghasilan utama sehingga tercapai peningkatan ekonomi keluarga secara cepat,” ucap Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Ahfan Halim, saat Sosialisasi Finalisasi Gercep Gaskan Berdaya di Palu, baru-baru ini.

Dia menjelaskan strategi dalam menurunkan angka kemiskinan melalui empat upaya yaitu pertama, mengurangi beban pengeluaran kelompok miskin dan rentan melalui pemberian bantuan pendidikan gratis dan jaminan kesehatan.

Kedua, melakukan pemberdayaan dalam rangka peningkatan produktivitas kelompok miskin dan rentan dengan mendorong program-program penanggulangan kemiskinan yang komprehensif serta integrasi baik lintas Perangkat Daerah maupun program-program kewilayahan.

“Ketiga, mendorong peningkatan pendapatan masyarakat miskin melalui bantuan dan program padat karya,” jelas Ahfan.

Ahfan menyebut sebelum mengucurkan bantuan akan di data by name by address dari Kementerian Koordinator Pembangunan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Bidang Perencanaan Ekonomi Bappeda Provinsi Sulteng.

Kata dia, angka kemiskinan yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah, merujuk data presentase penduduk miskin Provinsi di Indonesia per Maret 2022, jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 389,35 ribu orang, naik 7,14 ribu orang disbanding September 2021, dan menurun 16,09 ribu orang terhadap Maret 2021.

Selama periode September 2014-Maret 2022, persentase penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 12,33 persen. Ini merupakan pencapaian terendah kedua, di bawah pencapaian September 2021 yang sebesar 12,18 persen. (JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *