Ayotau, Palu – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tengah, membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mencalonkan dirinya sebagai calon legislatif (Caleg) pada Pemilu 2024 mendatang.
Mulai 15 Maret 2022, pendafatarn Caleg PAN dibuka untuk semua tingkatan mulai dari DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.
Pembukaan pendaftaran Caleg ini disampaikan Ketua DPW PAN Sulawesi Tengah, Rusli Baco Dg Palabbi, didampingi Sekretaris DPW PAN Sulawesi Tengah Yahya R. Kibi dan Ketua Komite Pemenangan Pemilu Wilayah (KPPW) PAN Sulawesi Tengah Ronald Gulla, saat jumpa pers di rumah PAN Sulawesi Tengah Jalan Hangtua, Kota Palu, Selasa 15 Maret 2022.
Mepada awak media Rusli Palabbi mengatakan, pembukaan pendaftaran Caleg ini adalah bentuk keseriusan PAN menghadapi Pemilu 2024. Bagi masyarakat yang berminat maju sebagai Caleg tetapi belum punya kendaraan politik, silakan mendaftar ke PAN.
Sebagai bentuk keseriusan PAN menjemput kemenangan 2024, DPW PAN Sulawesi Tengah membentuk Komite Pemenangan Pemilu Wilayah (KPPW) Sulawesi Tengah. Dimana KPPW ini secara khusus bekerja untuk persiapan menghadapi Pemilu, termasuk mengatur pencalegan.
“Sesuai hasil rapat koordinasi KPPN (Komite Pemenangan Pemilu Nasional) yang kami hadiri pada tanggal 16 februari 2022, semua DPW dan DPD PAN segera membuka pendaftaran Caleg untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota mulai hari ini 15 Maret 2022,” ujar Rusli Palabbi.
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama dan kedua, terget kursi DPR RI sebanyak 64 kursi atau 11%. Sementara untuk kursi DPRD ditingkat provinsi dan Kabupaten/Kota, sekurang–kurangnya satu kursi setiap Daerah Pemilihan (Dapil), serta diupayakan menjadi dua kursi untuk dapil yang memungkinkan.
Sementara itu, Ketua KPPW PAN Sulawesi Tengah Ronald Gulla mengatakan, Komite Pemenangan Pemilu (KPP) dibentuk mulai tingkat nasional, provinsi hingga ke tingkat kabupaten/kota.
“Tujuannya hanya satu sebenarnya yakni, bagaimana memenangkan Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2024 mendatang,” kata Ronald saat diberikan kesempatan menjelaskan KPPW PAN Sulteng yang diberikan amanah kepada dirinya sebagai ketua.
Menurut Ronald Gulla, walaupun sudah ada Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), namun PAN membentuk lagi KPPW untuk melaksanakan beberapa tugas dalam pemenangan Pileg salah satunya yaitu melakukan perekrutan Caleg secara dini.
Bagi masyarakat yang direkrut, PAN akan melakukan pembinaan, pengkaderan. “Artinya Caleg dari PAN akan dibekali seluruh ilmu dan strategi untuk memenangkan Pemilu. Jadi jangan ragu, ayo nyaleg di PAN,” tutur Ronald Gulla.
KPPW PAN Sulawesi Tengah juga akan segera merekrut saksi, mengadakan pelatihan saksi, melakukan verifikasi dan validasi saksi. Termasuk memberikan honor–honor saksi nantinya.
“Kita juga akan melakukan up grading bacaleg bersama – sama dengan bidang perkaderan dan pelatihan serta melakukan monitoring dan evaluasi Caleg,” terangnya.
Sedangkan Sekretaris DPW PAN Sulteng, Yahya R Kibi dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa menjadi Caleg di PAN tidak ada kerja sia–sia, karena ada sistem kompensasi bagi Caleg yang tidak terpilih asal suaranya bisa mencapai minimal 10 % dari total suara. Jadi walaupun tidak terpilih, akan diberikan kompensasi dari Caleg yang terpilih.
“Ini bisa menjadi motivasi bagi Caleg yang mau bergabung ke PAN. Jadi untuk DPR RI mendapat imbalan 10 ribu per suara, untuk DPRD Provinsi Provinsi 15 ribu dan untuk DPRD Kabupaten/Kota mendapat imbalan sebesar 20 ribu,” jelas Yahya.
Sistem kompensasi ini sudah berjalan dan telah dibayarkan bagi caleg yang tidak terpilih pada Pileg tahun 2019 lalu.
“Aturan ini sangat ketat, sehingga harus dilaksanakan. Jika ada Caleg terpilih tidak memberikan kompensasi kepada caleg tidak terpilih sesuai ketentuan partai, maka caleg terpilih itu akan di PAW,” tandas Yahya.(win)








Komentar