PT Vale, Unhas, dan Huayou Bangun Pusat Inovasi Hilirisasi Nikel di Timur Indonesia

Ayotau, Sorowako – Dalam upaya memperkuat hilirisasi nikel dan mendorong transformasi energi hijau, PT Vale Indonesia Tbk (anggota MIND ID), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Huayou Indonesia menjalin kolaborasi strategis melalui peluncuran Kelas Pengetahuan Hilirisasi Nikel di Sorowako.

Program ini menjadi bagian dari pusat unggulan yang mengintegrasikan riset aplikatif, pendidikan vokasi, dan inovasi industri sebuah langkah konkret untuk membangun ekosistem industri berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

“Transformasi industri harus dimulai dari transformasi pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi ini adalah investasi jangka panjang untuk manusia, lingkungan, dan masa depan industri kita,” ujar Muhammad Asril, Chief Project Officer PT Vale.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa Unhas siap menjadi simpul utama dalam transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, kemitraan ini menunjukkan kesiapan perguruan tinggi dalam beradaptasi dengan kebutuhan zaman dan menjadi mitra strategis pembangunan nasional.

Sementara itu, General Manager Huayou Indonesia Management Center, David Wei, menyatakan bahwa integrasi antara industri dan kampus adalah kunci mencetak SDM lokal yang mampu bersaing secara global. “Kami tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga pionir-pionir lokal yang mampu berpikir secara global,” tuturnya.

Sejak 2023, Huayou aktif mendistribusikan beasiswa ke ratusan mahasiswa dari berbagai jenjang dan menampung puluhan mahasiswa magang di berbagai proyeknya. Hingga akhir 2024, tercatat 318 mahasiswa telah mendapatkan manfaat dari program ini, mencakup jenjang diploma, sarjana, hingga magister.

PT Vale juga telah lama menjadikan pendidikan sebagai fondasi pembangunan komunitas. Sepanjang 2024, perusahaan telah menyalurkan beasiswa S2 dan S3, menyediakan bus sekolah di lima desa terpencil, hingga memfasilitasi pelatihan vokasi dan persiapan masuk perguruan tinggi. Sebanyak 70 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu juga menerima beasiswa pendidikan.

Dengan komposisi tenaga kerja yang 99,9 persen berasal dari Indonesia dan lebih dari 80 persen dari Sulawesi, PT Vale menunjukkan bahwa transformasi industri sejati dimulai dari pemberdayaan masyarakat lokal.

Pusat pengetahuan hilirisasi nikel ini akan berfungsi sebagai knowledge and innovation hub, memfasilitasi pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, beasiswa riset kolaboratif, serta peta jalan hilirisasi yang berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan strategi nasional untuk menghentikan ekspor bahan mentah, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan penguatan kapasitas masyarakat. (**)