Ayotau, Morowali– Keselamatan kerja menjadi fokus utama PT Vale Indonesia dalam menjalankan operasional proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara (SMKP Minerba) sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 1827/K/30/MEM/2018, serta merujuk standar internasional ISO 45001.
“Target kami adalah nihil bahaya (zero harm). Setiap karyawan baru wajib mengikuti pelatihan General Induction Procedure (GIP) dan Employee Basic Safety (EBS) sebelum memulai pekerjaan,” ujar Wafir, Head of Bahodopi Project PT Vale.
Wafir mengatakan, perusahaan juga mencatat dan menindaklanjuti setiap insiden atau near miss sebagai pembelajaran untuk memperkuat SOP dan menghilangkan potensi bahaya serupa.
Dari sisi bisnis, kata Wafir, PT Vale membentuk kemitraan strategis dengan GEM melalui PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) untuk mengoperasikan pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL). Dalam kemitraan ini, PT Vale tetap memegang kendali konsesi tambang dan menyuplai seluruh bijih nikel, sementara GEM bertanggung jawab atas konstruksi dan operasional pabrik.
“Kolaborasi ini dibangun atas prinsip saling menguntungkan dengan transfer teknologi dan pengetahuan secara berkelanjutan,” tutup Wafir. (del)






