Ayotau, Palu– Di tengah gejolak ekonomi global dan anjloknya harga nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tetap menunjukkan ketangguhannya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2024 yang digelar secara hybrid, Jumat (16/5), perusahaan tambang nikel terintegrasi ini mengukir sejumlah capaian penting dari kinerja operasional solid, pembagian dividen besar, hingga pengakuan di tingkat nasional dan global dalam tata kelola lingkungan.
Bertempat di Financial Hall, Jakarta, dan disiarkan melalui platform eASY.KSEI, RUPST menyetujui seluruh laporan tahunan, termasuk laporan keuangan yang telah diaudit dan laporan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL). Pemegang saham juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris.
Efisien, Aman, dan Tetap Tumbuh
Meski dihantam tekanan eksternal, PT Vale berhasil menekan biaya pokok penjualan per ton nikel menjadi AS$9.374 terendah dalam tiga tahun terakhir. Tak hanya itu, perusahaan juga mempertahankan rekor nihil kecelakaan fatal dengan Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR) terbaik sepanjang sejarah operasionalnya.
Tiga proyek strategis IGP Morowali, IGP Pomalaa, dan IGP Sorowako Limonite mencapai total lebih dari 13,3 juta jam kerja aman. Capaian ini memperkuat komitmen perusahaan terhadap hilirisasi industri dan transisi energi menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Tak kalah penting, PT Vale berhasil memperoleh perpanjangan izin operasi dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) tanpa pelepasan lahan. Ini menjadi sinyal kuat atas kepercayaan pemerintah terhadap keberlanjutan jangka panjang bisnis perusahaan.
Diakui Nasional dan Internasional
PT Vale tak hanya sukses secara finansial, tetapi juga menjadi teladan dalam praktik keberlanjutan. Perusahaan ini menjadi satu-satunya tambang nikel terintegrasi di Indonesia yang diganjar penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Di kancah global, skor ESG Risk Rating PT Vale naik menjadi 29,4 masuk kategori risiko sedang dan sejajar dengan perusahaan tambang internasional ternama. Perusahaan juga terus mengejar sertifikasi IRMA50 sebagai standar pertambangan adil dan bertanggung jawab dunia.
Dividen Rp560 Miliar dan Suksesi Kepemimpinan
RUPST menyetujui pembagian dividen sebesar 60 persen dari laba bersih 2024 atau sekitar AS$34,65 juta (Rp560 miliar). Dividen akan dibagikan pada 16 Juni 2025 kepada pemegang saham yang tercatat per 28 Mei 2025.
Dalam momen ini juga diumumkan pergantian manajemen. Presiden Direktur Febriany Eddy akan mengakhiri masa jabatannya pada April 2025, digantikan oleh formasi manajemen baru, termasuk penunjukan Christopher McCleave sebagai Komisaris.
Berikut susunan Direksi terbaru PT Vale:
Wakil Presiden Direktur & COO: Abu Ashar
Chief Human Capital Officer: Adriansyah Chaniago
Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer: Bernardus Irmanto
Chief Financial Officer: Rizky Andhika Putra
Chief Project Officer: Muhammad Asril
Chief Strategy & Technical Officer: Luke Mahonym
Sedangkan Dewan Komisaris kini terdiri dari Muhammad Rachmat Kaimuddin (Presiden Komisaris), Emily Marie Olson (Wakil Presiden Komisaris), serta sejumlah komisaris lainnya termasuk tokoh nasional Rudiantara dan Retno LP Marsudi.
Fokus pada Nilai Jangka Panjang
Plt. CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa pembagian dividen dilakukan dengan penuh perhitungan, tanpa mengganggu fokus investasi jangka panjang.
“Di tengah tantangan global, kami terus menjaga efisiensi, memperkuat investasi, dan memastikan penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Dengan langkah strategis yang tertata, PT Vale Indonesia terus melaju menjadi pelopor pertambangan nikel hijau—bukan hanya demi profit, tetapi juga demi masa depan bangsa dan bumi yang lebih baik. (**)







