oleh

Pemprov Ingatkan Penyuluh Tingkatkan Kompetensi Petani

Ayotau, Palu- Penyuluh pertanian diingatkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia petani di Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng, Nelson Metubun, saat membuka Pelatihan Penyegaran bagi Penyuluh Pendamping kegiatan Integrated Participatory Development And Management of Irigation Project (IPDMIP) di Palu, baru-baru ini.

“Penyuluh pertanian sebagai garda terdepan sangat diharapkan untuk meningkatkan kompetensi SDM petani dalam meningkatkan produksi dan pendapatan serta kesejahteraan petani,” ucapnya.

Adapun sasaran kegiatan ini adalah pembangunan pertanian di daerah irigasi tiga kabupaten yakni Tolitoli, Poso dan Banggai yang dimaksudkan untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan khususnya ketersediaan irigasi dan perbenihan yang bermutu.

Kegiatan melalui dana loan yang akan berakhir pada 2023 mendatang sehingga para penyuluh pertanian sebagai pendamping dapat lebih melakukan penguatan kelembagaan kelompok tani dan gapoktan maupun kelembagaan ekonomi petani.

Diketahui, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng juga mengambil peran dalam peningkatan kesejahteraan petani. Ini dilakukan dengan memamerkan aneka komoditas hasil pertanian daerah lewat pasar tani guna mendekatkan petani terhadap peluang pasar.

Puluhan gerai jualan didirikan pada pasar tani oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah pada jadwal yang telah ditentukan. Gerai itu berpusat di halaman kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jalan RA Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

Kadis Nelson mengatakan peserta mengikuti kegiatan itu mulai dari petani maupun pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) yang erasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Parigi dan juga Kota Palu.

Dalam satu kesempatan, pasar tani juga turut dihadiri Wakil Gubenur Sulawesi Tengah, Ma’mun Amir. Pada saat peninjauan, Ma’mun didampingi Kepala Dinas DTPH mengelilingi seluruh gerai jualan yang berjejer di setiap sudut lokasi itu. Mulai dari pedagang para petani maupun pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Dari jumlah gerai itu, yang mendaftar sekitar 75 sampai 80 peserta. Sehingga dalam satu gerai ada yang diisi oleh dua sampai tiga pedagang,” pungkas Nelson Metubun. (JT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.