Nadir: Perkuat Mitigasi Dampak Inflasi

Ayotau, Palu- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulteng melaksanakan pertemuan bersama Tenaga Pendamping Profesional di Palu, Selasa 12 September 2022. Rapat dipimpin Kepala Dinas PMD, Mohamad Nadir, didampingi jajarannya yang dihadiri Koordinator Pendamping Hanafi Tadorante serta Tim Tenaga Ahli P3PD Provinsi Sulteng.

Kepala Dinas mengatakan pertemuan dilaksanakan membahas hasil Rapat Koordinasi bersama Gubernur terkait Pengendalian Inflasi Daerah. Sebagaimana diketahui, Kemendes telah mengeluarkan Keputusan Menteri Desa no 97 tahun 2022 tentang Panduan Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Daerah Pada Tingkat Desa serta Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia no 128/PMK.07/2022.

Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa Pemerintah Daerah memiliki kewenangan untuk melakukan perubahan anggaran dengan peraturan kepala daerah untuk merubah APBD sebesar 2 persen untuk menambah alokasi Bantuan Sosial Daerah untuk pengendalian inflasi.

Dalam Kepmendes Nomor 97 tahun 2022 terdapat kegiatan mitigasi dampak inflasi daerah pada tingkat desa diantaranya, Padat Karya Tunai Desa, Penyaluran Bantuan Langsung Tunai, Penyaluran Dana Bergulir Masyarakat oleh BUMDes, serta program yang didanai dengan Dana Desa yang dilaksanakan secara swakelola.

“Saya mengundang saudara, ada namanya mitigasi dampak inflasi, tim tenaga ahli  juga harus melakukan penguatan mitigasi itu dan fasilitasi ke desa-desa,” ucap Kadis.

Menurut Nadir, dengan adanya inflasi maka berdampak ke daya beli masyarakat yang akan menurun, sehingga penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa diharapkan dapat mengantisipasi dampak dari inflasi di desa.

“Tim Tenaga Ahli Pendamping Desa harus mengawasi di lapangan serta dapat melaporkan data terkait penggunaan dana desa secara rutin dan akurat,” ujarnya.

Lanjutnya, Kepala Dinas mengatakan laporan data tersebut dapat menjadi acuan untuk disampaikan kepada Gubernur dan juga sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi hal yang darurat.

“Kalau laporan data kita ada, kita bisa gerak cepat untuk tanggapi hal-hal yang sifatnya darurat,” tandas Nadir. (JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *