oleh

KWT Sintuvu Maroso Panen Jagung dan Bawang Goreng

Ayotau, Sigi-  Kelompok Wanita Tani (KWT) Sintuvu Maroso, Desa Maku, Kecamatan Dolo melakukan panen jagung ungu dan bawang goreng. KWT ini merupakan binaan Dinas Pangan Provinsi Sulteng dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Sigi.

Demikian dikatakan Kepala DKPP Sigi, Rahmad Iqbal, kepada media ini usai kegiatan panen, dilahan pekarangan KWT Sintuvu Maroso, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Jumat, 29 Januari 2021.

Rahmad Iqbal menjelaskan panen ini merupakan rangkaian kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian tahun 2020.

“Ini merupakan kegiatan yang berkelanjutan yang dilaksanakan oleh Kelompok Wanita Tani dimana tujuannya adalah kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan ini untuk memastikan ketahanan pangan keluarga. Jadi setiap keluarga dari anggota KWT ini diharapkan mampu memanfaatkan lahan pekarangannya. ujarnya.

Selain itu lanjut Iqbal, jika ada kelebihan hasil panen, itu dapat dijual, sehingga dapat menambah pendapatan rumah tangga yang bersangkutan. Dan sebagian hasilnya untuk kas kelompok.

Kemudian kata dia, kegiatan P2L tersebut juga secara tidak langsung mendukung program penurunan stunting di Kabupaten Sigi. Dengan kegiatan P2L, rumah tangga mampu menyiapkan kebutuhan gizinya.

“Karena usaha-usaha pemanfaatan pekarangan lahan ini menanam sayuran, buah-buahan disamping itu mereka juga bisa beternak unggas atau memelihara ikan. Sehingga secara tidak langsung kebutuhan gizi dari rumah tangga dapat dipenuhi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tahun 2020 dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian pihaknya mendapatkan alokasi anggaran untuk 14 KWT.

“11 kelompok masuk dalam kelompok penumbuhan dan 3 kelompok masuk tahap pengembanga,” tambahnya.

Iqbal berharap kedepan KWT di Sigi terus termotivasi secara berkelanjutan melaksanakan kegiatan P2L yang mereka dapatkan tahun 2020 kemarin.

“Kita berharap dengan acara panen hari ini juga bisa mendorong  bagaimana mereka berusaha untuk kegiatan penjualan hasil panen. Jadi hasil panen bukan hanya jadi kepentingan keluarga saja, hasilnya ini juga bisa dijual untuk pendapatan rumah tangganya dan bisa menambah kas kelompok. Di kas kelompok ini nanti diharapkan secara berkelanjutan dapat menyiapkan bibit kembali,” harapnya.(as)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed