AyoTau, Palu — Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng, menghadiri Salat Istisqa yang digelar Yayasan Pendidikan Al-Fahmi Palu.
Kegiatan Salat Istisqa atau salat memohon turunnya hujan berlangsung pada Jumat, (04/09/2026). Shalat dimulakan pukul 07.00 WITA hingga selesai, bertempat di halaman Sekolah Islam Terpadu Al Fahmi Palu.
Dalam kegiatan tersebut, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah yang akrab disapa Bunda Wiwik turut mengikuti pelaksanaan Salat Istisqa bersama peserta dan masyarakat yang hadir.
Kegiatan mengangkat tema “Meninggalkan Dosa-Dosa Ekologi”, yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia kepada Allah SWT.
Selain Bunda Wiwik, kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Drs. H. Mahmud Yunus Rahman, M.Pd. sebagai khatib dan Ustadz Aswandi, S.Pd., M.Pd. sebagai imam.
Salat Istisqa menjadi salah satu ikhtiar keagamaan ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.
Dalam pelaksanaannya, seluruh hadirin dengan khusuk dan sungguh-sungguh, memanjatkan doa dan memohon ampun kepada Allah SWT atas berbagai kekhilafan serta memohon rahmat dan turunnya hujan.
Pesan tentang menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kerusakan lingkungan, pencemaran, serta berbagai perilaku manusia yang mengganggu keseimbangan alam menjadi refleksi bersama untuk memperbaiki hubungan manusia dengan lingkungan.
Kegiatan ini juga disertai dengan penggalangan infak yang nantinya akan disalurkan bagi wilayah yang terdampak kabut asap dan kekeringan.
Melalui kegiatan Salat Istisqa, menurut Bunda Wiwik, masyarakat tidak hanya diajak untuk berdoa memohon turunnya hujan, tetapi juga melakukan introspeksi dan membangun kesadaran untuk menjaga bumi.
Sebagaimana pesan yang diangkat dalam kegiatan tersebut, menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama, karena kerusakan lingkungan pada akhirnya akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan manusia.
Sementara itu, dalam khutbahnya, ketua yayasan,, Mahmud Yunus menegaskan, kemarau panjang yang terjadi, penyebabnya cukup banyak, dari aspek ilmu pengetahuan, yakni adanya efek dari badai Elnino, namun ungkapnya, sebenarnya ada hal yang lebih penting, untuk direnungkan.
Dia mengutip QS Ar Rum,ayat 41, tentang penegasan Allah SWT, terhadap kerusakan di bumi, akibat ulah tangan manusia.
“Musim kemarau, juga terjadi karena ulah manusia, yang dengan mudah merusak alam. Juga, yang tidak kalah pentingnya, banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran, juga bagian dari terjadinya musim kemarau,”urainya
Maka dari hal itulah, Mahmud Yunus, mengajak seluruh insan, civitas akademika Yayasan Pendidikan Al Fahmi, untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT, agar kemudian kemarau panjang ini, bisa segera berakhir.
Khusyuknya shalat istisqa begitu terasa, bahkan beberapa guru dan siswa, meneteskan air mata, saat momen doa bersama, usai shalat istisqa. (**)










