AyoTau, Palu – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, H. Firmanza DP, melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK Negeri 1 Palu, Selasa (14/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian praktik berjalan sesuai standar serta menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Dalam kegiatan itu, Kadisdik didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK, Edy, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Kristi Aria Pratama, Kepala SMK Negeri 1 Palu, Hj. Misran, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Isnanda Hikmah.
Firmanza menegaskan bahwa UKK merupakan instrumen penting untuk mengukur kompetensi siswa sekaligus memastikan lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“UKK menjadi bukti nyata komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Sulawesi Tengah. Kami ingin memastikan siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktik yang sesuai standar dunia kerja,” ujarnya.
Kepala SMK Negeri 1 Palu, Misran, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Dinas Pendidikan terhadap pelaksanaan UKK di sekolahnya.
Menurutnya, keterlibatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan praktisi industri dalam proses penilaian menjadi nilai tambah bagi peserta didik untuk memperoleh sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
“Kami berharap seluruh siswa dapat menyelesaikan UKK dengan baik dan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,” katanya.
Salah satu peserta UKK dari Program Keahlian Kuliner, Sekar Ayu Anggraini, mengaku pelaksanaan ujian praktik memberikan pengalaman berharga dalam mengasah keterampilan sesuai standar industri.
“Ujian ini membuat saya lebih percaya diri karena dapat menguji kemampuan memasak secara langsung. Saya berharap bisa lulus dan bekerja di sektor kuliner atau perhotelan,” ungkapnya.
Tahun ini, UKK di SMK Negeri 1 Palu diikuti 367 siswa kelas XII dari enam program keahlian, yakni Kuliner (87 peserta), Perhotelan (49 peserta), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi/TJKT (67 peserta), Kecantikan dan Spa (54 peserta), Busana (56 peserta), serta Usaha Layanan Pariwisata (54 peserta).
Pelaksanaan UKK berlangsung setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA dengan dua skema penilaian, yaitu skema sertifikasi melalui LSP dan skema mandiri sekolah. Untuk menjamin objektivitas penilaian, sekolah menggandeng sejumlah LSP berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), di antaranya LSP Mahamu Mandiri, LSP Cohespa, dan LSP Karir Jitu Indonesia.
Selain itu, sejumlah praktisi dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI) turut dilibatkan sebagai penguji eksternal, seperti Brand FFF by Ferry, Roemah Jahit FA3, Suryana Busana, HPI Kota Palu, dan PT Tito Journey.
Keterlibatan LSP dan industri dalam UKK menjadi bagian dari upaya memperkuat program link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja. Melalui sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional, lulusan SMK diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor.
Pelaksanaan UKK di SMK Negeri 1 Palu juga diharapkan menjadi contoh bagi sekolah vokasi lainnya di Sulawesi Tengah dalam meningkatkan mutu lulusan serta mendukung penyediaan sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah. (*)














