Harhubnas 2026 di Banggai Tekankan Keselamatan dan Konektivitas

AyoTau, Palu — Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 di Sulawesi Tengah menjadi momentum memperkuat keselamatan dan konektivitas transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Peringatan Harhubnas digelar di Lapangan Mirqan Bukit Halimun, kompleks Kantor Bupati Banggai, Rabu (30/9/2026), dengan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bertindak sebagai inspektur upacara.

Mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, kegiatan tersebut menegaskan pentingnya menghadirkan sistem transportasi yang aman, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid membacakan amanat Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi. Disampaikan bahwa berbagai capaian pembangunan sektor transportasi harus berjalan seiring dengan penguatan aspek keselamatan.

Sejumlah musibah transportasi yang terjadi menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas administratif, tetapi merupakan tanggung jawab moral seluruh insan perhubungan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian amanat Menteri Perhubungan yang dibacakan Gubernur.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa keselamatan dan konektivitas harus dijaga secara bersamaan. Penyelenggara transportasi harus berani menghentikan operasi ketika kondisi tidak aman, namun tetap dituntut mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak terputus.

Transportasi, lanjut amanat tersebut, bukan sekadar persoalan kendaraan dan infrastruktur. Konektivitas memiliki peran penting dalam menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, serta masyarakat dengan sekolah dan fasilitas kesehatan.

Konektivitas yang baik juga dapat memperlancar distribusi pangan, membuka kesempatan kerja, menggerakkan industri, dan menghadirkan pelayanan negara hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Karena itu, pelayanan transportasi perintisan di wilayah 3T perlu terus dijaga. Angkutan massal perkotaan dan sistem logistik juga perlu diperkuat agar konektivitas mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Dalam amanatnya, Menteri Perhubungan juga menekankan pentingnya sistem logistik yang efisien untuk memperpendek rantai distribusi. Dengan demikian, hasil produksi petani, nelayan, dan pelaku usaha dapat menjangkau masyarakat dengan biaya yang lebih wajar.

Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh insan perhubungan yang bekerja menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di berbagai simpul transportasi, termasuk mereka yang tetap bertugas ketika terjadi bencana maupun kecelakaan.

“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” demikian amanat tersebut.

Rangkaian Harhubnas ke-55 di Banggai juga diisi dengan penyerahan paket sembako kepada masyarakat dan pemberian life jacket kepada nelayan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan aktivitas masyarakat di perairan. (*)