Ayotau, Palu- Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Sirajuddin, melaporkan update dampak gempabumi 6,2 SR yang terjadi pada Jumat, 15 Januari dini hari.
Sirajuddin menerangkan gempa mengakibatkan tiga orang warga meninggal dunia dan 10.000 orang lebih terpaksa mengungsi di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).
“Warga takut adanya tsunami makanya memutuskan mengungsi ke daerah ketinggian. Kami sedang siapkan sarana-prasarana pengungsian,” ujar Sirajuddin kepada awak media, Jumat, 15 Januari 2021.
Dampak lainnya yang diakibatkan gempa sebanyak 218 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan berat. Selain itu, sekitar 300 rumah warga ambruk. Kantor Danramil setempat disebut turut mengalami kerusakan.
Sirajuddin juga menerangkan pihak Dinsos (dinas sosial) setempat sudah mendirikan dapur umum.
“Teman-teman Dinsos berupaya menyiapkan kebutuhan sembako (makanan) pengungsi,” ucapnya.
Saat ini, beberapa akses jalan di daerah Majene dan jaringan komunikasi dikatakan turut terdampak akibat guncangan gempa.
“Sementara ini kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas untuk penanganan dampak gempa dan membantu pemulihan Kabupaten Majene,” jelas Sirajuddin.
Dia menambahkan yang juga paling dibutuhkan korban pengungsi yaitu tambahan personil tim medis. Tim medis yang sudah berada di lokasi sekarang tengah kewalahan karena banyaknya pengungsi yang membutuhkan pertolongan.
“Yang paling mendesak saat ini untuk pengungsi tenda dan makanan,” tandasnya. (JT)








Komentar