oleh

Donasi Konsumen Alfamidi Dikelola Yayasan Kredibel

Ayotau, Palu- Hasil sumbangan donasi sukarela pelanggan atau konsumen setia Alfamidi dikelola langsung yayasan yang berbadan hukum dan memiliki izin yang lengkap. Bukan itu saja, donasi tersebut memang betul dimanfaatkan untuk kemanusiaan.

Pengumpulan donasi dilakukan secara nasional di semua cabang Alfamidi. Sesuai amanah Undang-Undang, pengelola donasi Alfamidi sudah mendapat ijin Kementerian Sosial (Kemensos)

Hal ini berdasar perintah Undang-Undang Nomor 9 tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang Atau Barang. Sebagaimana yang tercantum pada pasal Pasal 4, apabila pengumpulan itu diselenggarakan dalam seluruh wilayah negara atau melampaui daerah tingkat I atau untuk menyelenggarakan/membantu suatu usaha sosial di luar negeri, maka perizinanya dari Kemensos.

Berdasarkan UU, yang harus mengantongi izin pengumpulan donasi adalah yayasan/perkumpulan. Yayasan harus mengajukan izin secara Online Single Submission (OSS) atau pengurusan izin secara online di Kementerian Sosial (Kemensos).

Setelah memiliki legalitas, yayasan akan membuat perjanjian kerjasama dengan Alfamidi maksimal tiga (3) bulan dalam satu (1) periode, sesuai dengan izin yang mereka dapat dari Kemensos. Sebelum bekerja sama mereka harus melalui FIT and Proper test terlebih dahulu.

“Sebagai perusahaan terbuka, kami memang tidak sembarangan bekerjasama. Meski sudah memiliki ijin yang lengkap, yayasan yang mau mengelola donasi harus melalui tahap seleksi yang ketat,” ujar Corporate Communications Manager Alfamidi, Arif L. Nursandi, Jumat (15/10/2021).

Dalam pengumpulan donasi, setiap ada uang kembalian ganjil (kisaran Rp1 hingga Rp499) maka petugas kasir akan menawarkan pelanggan untuk mendonasikannya. Jika pelanggan setuju maka bukti donasi itu akan tertera di ekor struk.

Tapi bila pelanggan tidak setuju maka petugas kasir tetap akan memberi semua uang kembalian, dengan tetap memberikan pelayanan yang terbaik. Jadi berdonasi lewat uang kembalian adalah pilihan bagi pelanggan. Bisa ikut serta bisa juga tidak.

“Jadi tidak ada paksaan kepada pelanggan untuk mendonasikan uang kembalian, ini hanya kerelaan dari pelanggan kami karena programnya untuk kemanusiaan,” tutur Andi sapaan akrabnya.

Lewat yayasan, pemanfaatannya digunakan untuk menopang warga kurang mampu, kaum dhuafa, warga yang terdampak bencana alam, terdampak Covid-19, hingga untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan dengan membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air.

“Karena yayasan adalah pengelola dana donasi, bukan Alfamidi. Setelah dana terkumpul, semua akan diberikan kepada yayasan yang telah bekerja sama sesuai periodenya,” paparnya.

Untuk yayasan berbasis agama Islam seperti Lembaga Amil Zakat, Infaq dan shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu), Yayasan Mizan Amanah dan Baitulmaal Muammalat ada dibawah Kementerian Agama (Kemenag) Reppublik Indonesia.

“Jadi, semua dana donasi yang mereka (yayasan Islam) dapat harus dilaporkan dan tercatat semua ke Baznas untuk kemudian diteruskan ke Kemenag. Selanjutnya Kemenag akan mengaudit yayasan-yayasan Islam tersebut. Jadi, mereka izinnya tidak ke Kemensos,” jelas Andi.

Untuk yayasan-yayasan berbasis Islam tersebut regulasinya diatur dalam Undang Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang Zakat dan PP Nomor 14 tahun 2014. Karena itu kata Andi, dalam hal ini pelanggan tidak perlu khawatir. Sebab perseroan menjamin donasi konsumen disalurkan oleh yayasan dengan tepat sasaran.

Di Sulawesi Tengah sendiri, dalam pemanfaatan donasi konsumen disalurkan membantu korban gempa dan tsunami pada September 2018. Kala itu jumlah yang disalurkan pengelola donasi konsumen nilainya tidak sedikit

Hampir 50 persen donasi konsumen Alfamidi secara nasional ditambah dengan dana CSR Alfamidi diarahkan ke Palu, Sigi dan Donggala baik dalam bentuk bantuan makanan pokok, higien kits, hunian sementara dan sebagainya.

“Belum lagi penyaluran 1.000 sembako di bulan April 2020. Lebih dari 1.000 paket sembako di Agustus 2021. 7 gerobak untuk 7 UMKM. Serta masih banyak lagi bantuan yang lain,” ungkap Andi. (MOH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.