Ditangannya Lahir 106 Rekomendasi Padagimo

Ayotau, Palu – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang juga politisi senior partai Golkar, Drs H Budi Luhur Larengi, Rabu 24 Maret 2021 malam menghembuskan nafas terakhir di RS Undata Palu. Budi Luhur terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabar ini mengejutkan, mengingat sosok yang meninggal adalah politisi segudang pengalaman dengan pembawaan yang bersahaja. Tidak heran jika banyak orang merasa kehilangan atas kepergian Budi Luhur Larengi.

Kepergiannya menghadap Allah SWT menyisahkan kesedihan mendalam, bukan hanya dilingkungan keluarga tetapi juga organisasi tempatnya bernaung seperti partai Golkar dan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

Dari catatan redaksi, setahun terakhir energi almarhum banyak dihabiskan memperjuangkan masyarakat Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo). Keseriusannya memperjuangkan hak-hak masyarakat begitu nyata terlihat, terbukti begitu aktifnya Panitia Khusus (Pansus) Padagimo yang dipimpinnya.

Bukan hanya berjuang dari balik meja rapat, sebagai ketua Pansus Padagimo, Budi Luhur Larengi memimpin langsung seluruh anggota Pansus meninjau lokasi yang terdampak bencana, melihat kondisi masyarakat penyintas, bahkan perjuangannya sampai ke istana Wakil Presiden.

Pansus Padagimo DPRD Sulawesi Tengah merupakan Pansus terlama yang dibentuk, masa kerjanya mencapai satu tahun. Selama memimpin Pansus, empat kantor kepala daerah terdampak di Sulawesi Tengah disambanginya untuk memastikan pemerintah daerah tersebut benar-benar bekerja memperjuangkan hak-hak korban bencana.

Memegang palu pimpinan sidang, Budi Luhur memerintahkan agar rekomendasi Pansus Padagimo dibuat terperinci. Setiap instansi, lembaga dan kementerian harus jelas poin rekomendasinya. Hasilnya, saat itu Pansus Padagimo melahirkan sedikitnya 100 poin rekomendasi.

Bisa dibilang Pansus Pagimo menjadi peninggalan terbesar dan terbaiknya selama duduk di DPRD Sulawesi Tengah.

Kabar duka mantan Ketua DPRD Kabupaten Sigi turut mengejutkan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Nilam Sari Lawira. Pasalnya, Nilam Sari Lawira kehilangan patner kerja yang sangat gigih memperjuangkan hak warga.

Nilam Sari Lawira juga mengaku merasa sangat kehilangan salah satu putra terbaik Sulawesi Tengah. Sebagai ketua DPRD Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian politisi senior Partai Golkar itu untuk selama–lamanya.

“Beliau orang tua yang sangat bertanggungjawab, bijak dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugas apa pun yang diemban. Sebagai ketua Pansus Padagimo, beliau dapat melakukan tugasnya dengan baik. Bahkan perjuangannya dalam menyelesaikan permasalahan penyintas bencana di Sulawesi Tengah bukanya hanya ke kepala daerah dan kementrian, tapi juga ke Presiden, sehingga, hasil kerja pansus Padagimo mempengaruhi APBD Tahun 2021,” tandas Politisi Nasdem ini.

Kehilangan juga dirasakan pegawai dan staf sekretariat DPRD Sulawesi Tengah. Itu diakui Kepala Bagian Persidangan dan Risalah DPRD Sulawesi Tengah, Wahid Irawan.

“Beliau orang yang sangat baik, orang tua yang bijak, mengdengar keluhan kami (pegawai) dan mampu menempatkan diri sebagai teman, sahabat dan sebagai orang tua. Kami di sekretariat DPRD Sulteng merasa sangat kehilangan,” kata Wahid.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Budi Luhur Larengi sejak 9 Maret 2021 sudah dikarantina di BPSDM Jalan S. Parman, satu minggu kemudian dirujuk ke RS Madani, kurang lebih satu minggu di RS Madani almarhum dirujuk lagi ke RS Undata untuk mendapatkan perawatan intensif. Pada 24 Maret 2021 malam, Budi Luhur dinyatakan meninggal dunia.(win)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed