Dispusaka Gelar Seminar Perpustakaan

Ayotau, Palu- Dalam rangka memperingati Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjungan Perpustakaan Tahun 2022, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Daerah Provinsi menggelar Seminar Nasional Perpustakaan dengan tema “Transformasi Perpustakaan Dalam Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional”. Kegiatan berlangsung di ruang Polibu Kantor Gubernur, Kamis, (29/9/2022).

Dalam Laporannya, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Pembudayaan Kegemaran Membaca Muhammad Idham Khalid, S.Sos., M.A.P selalu Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang perpustakaan dan mewujudkan transformasi perpustakaan digital.

Selanjutnya, Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjungan Perpustakaan “Festival Literasi Sulawesi Tengan Tahun 2022” yang sekaligus dirangkaikan dengan peringatan 4 (empat) tahun bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi dengan Tagline “Highlight Memorial Central Celebes 2018”.

Pada kesempatan itu, Gubernur diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. I Nyoman Sriadijaya, MM, sekaligus membuka secara resmi seminar mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu dari 60 (enam puluh) kegiatan Festival Literasi Sulawesi Tengah Tahun 2022. Olehnya, literasi yang dilakukan bukan hanya bersifat lomba saja tetapi, memberikan sosialisasi dan penerapan terkait kearsipan.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan ruang kepada OPD untuk terus berkolaborasi baik di lingkup Provinsi, Kabupaten/Kota, Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Komunitas dan penggiat literasi.

Adapun beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam menyambut bulan gemar membaca ini yakni ; Bimbingan teknis penerapan aplikasi Srikandi sebagai aplikasi dalam pemerintahan berbasis elektronik, Executive Song, lomba membaca teks undang-undang Panca Prasetya Korpri, mengkonsep dan mengetik naskah dinas, melakukan bedah buku dan workshop menulis buku bagi birokrasi dan ASN.

“Semua kegiatan-kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi orang banyak.” ucap Kepala Dispusaka.

Kemudian, pada puncak festival literasi kemarin, telah dilaksanakan pula Fun Bike, mitigasi bencana, doa lintas agama, pameran arsip kebencanaan, naskah kuno, palu tempo doeloe, dan lukisan nasional lainya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan 4 (empat) tahun bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi, guna menyelamatkan arsip kebencanaan sebagai memori kolektif bangsa, memberikan sosialisasi literasi dari sisi kearsipan, memberikan layanan restorasi arsip keluarga yang terdampak bencana seperti; sertifikat, ijasah, kartu-kartu kependudukan dan lain sebagainya dalam kondisi rusak untuk diperbaiki. (JT)

Komentar