Bunta Peringati HUT ke-100, Bupati Delis Ingatkan Dua PR Penting untuk Kepala Desa

Ayotau, Morut- Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, sejak beberapa hari terakhir tampak semarak dan ramai dengan berbagai aktivitas masyarakat untuk menyambut HUT Ke-100 yang jatuh pada Kamis, 22 Juli 2022.

Pada puncak acara peringatan HUT yang dihadiri Bupati Morut Delis J. Hehi dan Ketua Tim Penggerak PKK Febriyanthi DJ Hehi, para legislator, tokoh agama dan masyarakat serta ratusan warga, Bupati meresmikan Monumen Wulanderi sebagai simbol perlawanan dan kemenangan rakyat terhadap penjajah.

Bupati Delis dalam sambutan yang disampaikan secara berapi-api mengucapkan selamat atas kepada seluruh warga desa Bunta dan meminta agar pemerintah dan masyarakat menjadikan HUT ke-100 ni sebagai momentum perjuangan agar ke depan desa ini menjadi lebih baik.

Kata Delis, ada dua pekerjaan rumah (PR) penting bagi kepala desa dan jajarannya yakni pembenahan administrasi kependudukan dan penataan permukiman.

Penataan administrasi kependudukan sangat mendesak dilaksanakan sebab implikasi hadirnya PT.GNI menamam modal puluhan triliun rupiah di sektor pertambangan nikel, migrasi penduduk ke wilayah ini sangat besar.

“Pemerintah desa harus menata dengan baik administrasi kependudukan karena banyak sekali warga dari luar Morut datang ke daerah ini dan menjadi warga Morut tapi tidak sedikit pula yang setelah bekerja beberapa lama, kembali ke daerahnya tanpa memutasi status kependudukannya,” ujar Delis yang memimpin Morut sejak Mei 2021 itu.

Ia minta pemerintah desa agar memiliki data akurat dan ‘update’ mengenai migrasi keluar dan masuk penduduk.

PR penting dan mendesak kedua adalah penataan kawasan permukiman agar tidak sembrawut dengan bangunan-bangunan yang didirikan warga guna menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat.

“Permukiman harus ditata agar jalannya teratur rapih sehingga bila ada musibah kebakaran, mobil pemadam bisa masuk, atau kalau banjir, evakuasi mudah dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, kata anggota DPD RI 2014-2019 itu, penataan kawasan permukiman ini akan memudahkan pemkab dalam menerapkan ketentuan mengenai perizinan bangunan gedung yang akan berkontribusi pada penerimaan daerah.

Delis juga berpesan kepada seluruh warga Bunta yang bermigrasi dan membangun kehidupan baru di daerah ini, agar menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat lokal dalam hidup bermasyarakat.

“Pepatah yang mengatakan; dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, agar dijunjung tinggi. Saya minta semua warga Bunta yang makin heterogen ini terus menjaga toleransi agar hidup rukun dan damai. Kalau toleransi ini rusak, maka investor pasti pergi,” ujarnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *