oleh

APBD Kota Harus Support Pembelian Pulsa Data

Ayotau, Palu – Anggota DPRD Kota Palu, Marcelinus prihatin dengan pelaksanaan sekolah online di Kota Palu, karena masih banyak siswa tidak maksimal mendapatkan pelajaran dari sekolah. Selain tidak adanya tatap muka, siswa juga dibatasi dengan fasilitas pendukung belajar secara online.

Yang paling banyak ditemukan di lapangan adalah terbatasnya kemampuan orang tua dalam membeli pulsa data untuk bejalar online. Tidak heran, jika banyak siswa terpaksa mencari tempat-tempat yang menyediakan wifi bahkan harus menumpang ke rumah tetangga.

“Kasian siswa kita, khususnya yang sekolah di negeri, sangat minim menerima pembelajaran online dari sekolah. Banyak saya temuka di lapangan, siswa kita tidak tau menjawab tugas-tugas yang diberikan oleh guru, karena minimnya penjelasan dari guru,” ujar Marcelinus, Rabu 25 Agustus 2021.

Dia tidak menyalahkan sekolah maupun orang tua siswa, karena meskipun adasekolah yang program belajar onlinenya bagus, tetapi orang tua siswa yang terbatas dalam menyediakan fasilitas internet untuk anaknya.

“Dulu waktu masih ada program bagi-bagi pulsa data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), itu sangat membantu siswa dalam menerima pembelajaran online, apalagi Kemendikbud memberikan pulsa tiga hingga enam bulan. Tapi sekarang supporting pulsa itu sudah tidak ada, akibatnya siswa keteteran dalam menerima materi dari guru akibat tidak ada pulsa data,” tutur politisi Perindo ini.

Karena itu, Marcelinus mendorong Wali Kota Palu khususnya Dinas Pendidikan Kota Palu menyediakan anggaran di APBD untuk pengadaan pulsa bagi siswa selama pembelajaran dilakukan online. Pemerintah Kota Palu mesti menggandeng penyedia layanan, seperti Telkomsel, Indosat dan penyedia lainnya untuk mendukung pemberian pulsa data gratis kepada siswa.

“Selama pembelajaran dilakukan secara virtual, wajib bagi pemerintah menyiapkan fasilitasnya kepada siswa dan sekolah. Penyedia layanan juga harus mendukung itu, minimal harga yang diberikan kepada pemerintah dibawah harga normal di pasaran, ini demi menjaga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) selama pandemi Covid-19 ini,” tegasnya.

Dia mendorong agar pemerintah Kota Palu menyediakan anggaran pembelian pulsa data dalam perubahan APBD tahun 2021 dan APBD tahun 2022. Apalagi belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir.(win)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed