Terdampak PLTA Sulewana, Gereja dan Jalan Raya Roboh

AyoTau, Poso – Komisi 3 DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) Ke Kabupaten Poso, Tepatnya di Desa Sulewana, Minggu 22 Juni 2025.

Kunjungan Kerja Komisi-III DPRD Provinsi Sulteng di Kabupaten Poso, di Pimpin Ketua Komisi 3 DPRD Provinsi Sulteng, Arnila H. Moh Ali, turut hadir Anggota Komisi 3, H.Zainal Abidin Ishak,  Muhammad Safri, H.Musliman, Dandy Adhy Prabowo, H.Suardi, Royke W.Kaloh, Marthen Tibe, Takwin, Fery Budiutomo, dan Sadat Anwar Bahalia.

Kunjungan Kerja tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak abrasi dan amblasnya tanah dipemukiman warga sejumlah 20 KK.

Kunker tersebut dihadiri Camat Pamona Utara, Saklin D.Tabeo, Plt Kepala Desa Sulewana, Hermin Mira, dan masyarakat setempat.

Berdasarkan penyampaian dari Camat Pamona Utara bersama Plt.Kades Sulewana bahwa dulunya tanah amblas ini masih kecil, namun sekarang sudah semakin membesar dan membuat beberapa bangunan dan fasilitas umum sudah roboh, seperti jalan raya,
rumah penduduk dan gereja.

Dimana Dusun-I Desa Sulewana ini, lokasinya bersentuhan langsung dengan turbin PLTA Sulewana dimana akibat getaran turbin sehingga mempercepat proses abrasi dan amblas tanah pada wilayah tersebut.

Sudah dua kali warga melakukan demonstrasi, dan pada kesempatan tersebut turut dihadirkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Poso, dan
Komnas HAM.

Pada aksi demonstrasi tersebut pihak DLH Kabupaten Poso dan Komnas HAM, berjanji akan mempertemukan dgn pihak perusahaan PLTA, namun realisasinya belum ada hingga saat ini.

Olehnya itu Masyarakat meminta agar secepatnya dapat diberikan solusi tanpa harus menunggu waktu lama.

Maka pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi-III DPRD Provinsi Sulteng Arnila H Moh. Ali, menyampaikan komisi 3 belum dapat menyimpulkan secara pasti apa penyebab daripada terjadinya abrasi dan amblasnya tanah dipemukiman warga tersebut.

Apakah hal tersebut memang benar-benar diakibatkan oleh aktivitas daripada PLTA PT.Poso Energi atau memang unsur tanahnya memang yang berongga dibawah.

Namun, Komisi-III DPRD Provinsi Sulteng segera mungkin akan memanggil pihak terkait untuk melakukan penelitian secara mendalam, baik itu dari pihak Geologi, DLH, maupun dari pihak PLTA PT.Poso Energi sendiri.

“Ini menjadi perhatian serius bagi Komisi 3 bersamaan Pemerintah, karena kejadian tersebut sudah menimbulkan dampak yang cukup serius bagi masyarakat, dimana ada 20 KK disekitar lokasi tersebut mengalami dampak yang cukup serius akibat daripada terjadinya abrasi dan amblasnya tanah tersebut, termasuk jalan raya dan rumah ibadah,” tegas Arnil.

Senada dengan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Provinsi Sulteng, Royke W.Kaloh juga menyampaikan akan segera melakukan RDP dengan pihak PT.Poso Energi, dan dinas terkait untuk dimintai keterangan guna menjelaskan pelaksanaan kesepakatan yg sudah dijanjikan. (Win)