oleh

RPJMD Sulteng, Target Angka Stunting 11 Persen

Ayotau, Palu- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan Rapat Kordinasi dan Pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan dirangkaikan dengan Launching Aplikasi Si Gercep Stunting E-Pagassi dan Moms Care yang berlangsung di Palu, Rabu (8/6/2022).

Gubernur Sulteng diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum H. Mulyono, SE., Ak., MM, hadir membuka kegiatan. Kepala Dinas P2KB Provinsi Sulteng, Tuty Zarfiana SH., M.Si, menyampaikan kegiatan terlaksana atas kerja sama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah serta berbagai pihak terkait lainnya.

Adapun Tim Percepatan Penurunan Stunting yang dikukuhkan sebanyak 75 orang, Satgas Percepatan Penurunan Stunting sebanyak 13 orang, dan Pengurus Ikatan Penulis Keluarga Berencana sebanyak 15 orang.

Sementara itu, Mulyono mengatakan melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, ditetapkan strategi nasional penurunan stunting untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan tahun 2030.

“Atas nama pribadi dan pemerintah Sulawesi Tengah menyampaikan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya atas dikukuhkanya Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Tengah,” ucap Mulyono membacakan sambutan Gubernur Sulteng.

Dia mengungkapkan berdasarkan laporan survei status gizi Indonesia tahun 2022, angka stunting di Sulawesi Tengah sebesar 29,7 persen, sedangkan angka nasional sebesar 24,4 persen.

Oleh karena itu, target penurunan yang harus dicapai secara Nasional sesuai arahan Presiden RI tertuang dalam RPJMN tahun 2024, sebesar 14 persen dan untuk Sulawesi Tengah dalam RPJMD Tahun 2026, angka stunting ditargetkan sebesar 11 persen.

“Kita memahami bersama, menurunkan angka Stunting merupakan pekerjaan yang berat dan membutuhkan sumber daya yang cukup besar. Tapi, saya yakin jika kita fokus dan melibatkan semua sektor terkait untuk mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya maka apa yang kita harapkan bisa tercapai,” ungkap Mulyono.

Dia berharap aksi percepatan dan penurunan stunting dapat dilaksanakan secara sinergis dan terintegrasi multisektoral melalui pengaktifan peran pemerintah, perguruan tinggi swasta, masyarakat dan media baik dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, tingkat Desa terutama keluarga sebagai ujung tombak terdepan.

Menghadiri kegiatan: Kepala BKKBN Pusat, Ketua DPRD, Unsur Forkopimda, Pimpinan Perguruan Tinggi, Pimpinan Lembaga Perwakilan Pusat, Ketua TP-PKK, Kepala OPD, Ketua Komisi IV DPRD, Pimpinan LSM dan Tim Percepatan Penurunan Stunting lingkup Provinsi Sulawesi Tengah. (JT/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.