AYOTAU, MOROWALI- PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan komitmennya untuk mendukung agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, dengan menitikberatkan pada keberlanjutan, transisi energi hijau, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen itu dipertegas melalui dimulainya tahapan operasional Bahodopi Block 1, ditandai dengan Ceremony First Cut di Pit Myara, Senin (8/9/2025). Acara tersebut dihadiri jajaran direksi PT Vale, mitra strategis PT Antareja Mahada Makmur (AMM), para pemangku kepentingan dari Sulawesi Tengah, Morowali, Luwu Timur, hingga Komisaris Utama PT Vale Indonesia, F.S. Multhazar.
Direktur & Chief of Project PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menegaskan proyek Bahodopi Block 1 akan menjadi salah satu pilar strategis dalam mendukung hilirisasi nikel nasional. “Proyek ini tidak hanya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Serap Tenaga Kerja Lokal dan Bangun Infrastruktur
Sejak tahap awal, Bahodopi Block 1 sudah menyerap 503 tenaga kerja, di mana 63 persen berasal dari Morowali dan Luwu Timur. Mereka menempati berbagai posisi penting, mulai dari operasional hingga dukungan teknis.
Sejumlah infrastruktur pendukung juga sedang dikerjakan, seperti disposal area, settling pond, stockpile, camp, workshop, Mining Hauling Road (MHR), dan power line, yang akan menopang kelancaran operasional ke depan.
PT Vale bersama mitra strategis PT AMM juga melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, antara lain kerja sama dengan BUMDes untuk suplai tenaga kerja, rental kendaraan, bantuan hewan kurban, hingga sponsorship kegiatan desa. Ke depan, AMM akan membuka program beasiswa khusus bagi lulusan SMK untuk mencetak tenaga kerja kompeten di bidang operator dan mekanik.
Direktur & Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menegaskan praktik pertambangan di Bahodopi akan mengadaptasi pengalaman 57 tahun Vale di Sorowako. “Blok Bahodopi 1 merupakan bagian dari strategi hilirisasi. Praktik tambang hijau yang kami jalankan di Sorowako akan kami terapkan di sini, untuk memastikan manfaat maksimal bagi lingkungan dan sosial,” katanya.
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menilai hilirisasi nikel melalui Bahodopi Block 1 akan memberi dampak besar, termasuk tambahan pendapatan daerah dari bagi hasil nikel matte.
“Ini harapan baru bagi kita, Sulawesi Tengah dan Morowali. PT Vale adalah masa depan kita, kontribusinya harus kita jaga bersama,” tegas Anwar Hafid.
Ia juga mengingatkan agar perusahaan lain mencontoh konsistensi PT Vale dalam menjaga lingkungan. “Saya berterima kasih kepada PT Vale yang konsisten menjaga lingkungan. Mudah-mudahan PT AMM, di bawah supervisi PT Vale, menerapkan pertambangan yang baik dan benar sehingga bisa menjadi contoh,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf (diwakili Staf Ahli Bidang Kesra Abdul Malik), serta Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, ST, IPM. Keduanya menekankan bahwa kehadiran PT Vale bukan hanya mendorong perekonomian, tetapi juga aktif dalam bidang sosial, kesehatan, pendidikan, hingga menjaga kelestarian lingkungan.
“Selama 57 tahun bermitra dengan Luwu Timur, PT Vale telah menunjukkan kontribusi nyata, baik untuk pendapatan daerah maupun lingkungan yang tetap hijau,” ungkap Bupati Irwan.
Dengan target produksi hingga 55 juta metrik ton bijih nikel, Bahodopi Block 1 diyakini menjadi tonggak penting kontribusi Vale untuk Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.
“Pemulihan, pembangunan, dan pemberdayaan harus berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional. Itu komitmen kami,” tutup jajaran PT Vale. (**)







