Komisi II DPRD Sulteng Bahas Pembangunan Fasilitas Sepak Bola dan Jalan Di Desa Labuan Salumbone

AyoTau, Palu – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah pihak terkait, guna membahas kebutuhan pembangunan fasilitas masyarakat terkait lapangan sepakbola dan pembangunan jalan di Desa Labuan Salumbone, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala.

Rapat ini berlangsung pada Selasa, 30 September 2025 di Baruga Lantai II Gedung B DPRD Provinsi Sulteng.

Rapat dipimpin Ketua Komisi II, Yus Mangun, dihadiri Anggota Komisi II Henri Kusuma Muhidi, Nikolas Birro Allo, Marlela, Haris Julianto, dan Rachmat Syah Tawainella. Beberapa pihak yang diundang antara lain: BPKAD, DKP Sulteng, Camat Labuan, Kepala Desa Labuan Salumbone, Sekretaris Desa Labuan Salumbone, BPD beserta Perwakilan Masyarakat.

Yus Mangun, menyampaikan, proses untuk mendapatkan persetujuan pemanfaatan aset daerah provinsi tidak bisa dilakukan secara cepat. Oleh karena itu, apabila ada aset yang harus dipisahkan dari neraca, maka perlu dipertimbangkan kembali peruntukannya, termasuk kemungkinan mencari lokasi lain yang lebih sesuai.

Dia juga menegaskan bahwa seluruh aset milik pemerintah harus diawasi dengan baik serta segera direncanakan pemanfaatannya.

Terkait aset tanah pemerintah yang berada di Desa Labuan Salumbone, BPKAD dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi diminta untuk membuat surat perjanjian bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat mengenai pemanfaatan aset tersebut. Hal ini penting karena pengelolaan aset tidak bisa dilakukan hanya secara lisan, melainkan harus dituangkan dalam bentuk tertulis.

Senada dengan itu, Henri Kusuma Muhidin juga mengungkapkan administrasi perlu diperbaiki terlebih dahulu, sehingga ada kejelasan. “Mari kita pikirkan bersama bagaimana caranya agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” tegas Henri.

Apapun yang terjadi nanti, keputusan dari  Gubernur tetap kita tunggu. Jika hal itu tidak memungkinkan, masih ada solusi lain. Kondisi kepekaan dan kebijaksanaan yang menenangkan akan selalu kita kedepankan. (Win)