Kampus Diminta Waspada Organisasi Sayap HTI

Ayotau, Palu- Saat ini, paham-paham khilafah kian menggeroti mahasiswa pada berbagai kampus di Indonesia, tak terkecuali di Sulawesi Tengah.

Hal inilah yang menjadi kekhawatiran Ustadz Muhammad Adnan Arsal, Penasehat MUI Kabupaten Poso. Dalam rilisnya yang diterima redaksi ayotau.id tokoh masyarakat di Kabupaten Poso ini mengatakan, saat ini banyak sekali ajaran Islam yang berkembang di Kota Palu, dengan ragam bentuk dan aliran.

“Ajaran-ajaran yang berkembang tersebut beragam, salah satunya yaitu paham khilafah yang diusung oleh organisasi terlarang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia),” ungkap Pemimpin Pondok Pesantren Amanah Kabupaten Poso ini.

Kata dia, organisasi eks HTI yang mengajarkan paham khilafah hingga saat ini menyasar mahasiswa di kampus-kampus.

“Salah satu sayap eks HTI yang berkembang di kampus-kampus yaitu Gema Pembebasan. Organisasi Gema Pembebasan ini melakukan perekrutan mahasiswa baru dan juga masuk ke ranah civitas akademika, bisa dosen, dekan, rektor maupun kandidat calon rektor yang akan ikut pemilihan rektor,” jelasnya.

Karena itu, Ustad Adnan mengimbau agar masyarakat Kota Palu selalu menjaga kerukunan antar umat beragama, tidak terpengaruh dengan ajaran-ajaran khilafah, ajaran radikal, yang dapat memecah belah persatuan masyarakat Kota Palu.

“Orang Palu dari dulunya sudah hidup rukun dan damai, Jadi sekali lagi saya meminta kepada pihak kampus di Sulawesi Tengah agar waspada terhadap bahaya Gema Pembebasan yang sekarang melakukan perekrutan di kampus-kampus. Saya bersama masyarakat Kota Palu akan terus melakukan penguatan kepada para mahasiswa supaya tidak terpengaruh dengan paham-paham khilafah,” tegasnya.

Dirinya pun berjanji akan terus melakukan pengawasan terhadap ormas Gema Pembebasan yang menyebarkan paham khilafah. “Kami juga akan selalu melakukan kerjasama dengan aparat keamanan jika menemukan aktifitas dari kelompok yang ini,” ungkapnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed