Jelang Lebaran, BI Sulteng Siapkan Uang Tunai Rp2,86 Triliun

AyoTau, Palu — Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan uang kartal sebesar Rp2,86 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dari total tersebut, Uang Pecahan Besar (UPB) nominal Rp100 ribu hingga Rp50 ribu mencapai Rp2,58 triliun, sementara Uang Pecahan Kecil (UPK) ≤ Rp20 ribu sebesar Rp277,6 miliar.

Ketersediaan tersebut dinilai memadai untuk memenuhi proyeksi kebutuhan uang tunai masyarakat yang diperkirakan mencapai Rp1,76 triliun atau meningkat 16 persen dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipengaruhi oleh pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, Polri, dan pegawai swasta; tradisi berbagi dan penyaluran bantuan sosial; serta meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi musiman menjelang Lebaran.

Pada Ramadan 1447 H, BI kembali menggelar program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang telah dimulai sejak 18 Februari 2026 dengan tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”.

Program ini difokuskan pada tiga aspek utama, yakni menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah cukup dan layak edar; memperluas layanan penukaran melalui sinergi dengan perbankan; serta mengedukasi masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, termasuk mengenali keaslian uang dan merawat Rupiah.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, BI Sulteng menempuh sejumlah langkah strategis, antara lain menggelar 11 kali layanan kas keliling di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, serta layanan peduli mudik di Terminal Tipo pada 9 Maret 2026 dan Pelabuhan Donggala pada 12 Maret 2026.

Selain itu, BI bersinergi dengan 22 bank membuka layanan penukaran di 26 titik yang tersebar di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk, hingga Pasangkayu, dengan total 52 frekuensi layanan—meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Optimalisasi aplikasi PINTAR (pintar.bi.go.id) juga dilakukan untuk memastikan proses penukaran uang berlangsung tertib, merata, dan transparan. Hingga akhir Februari, layanan SERAMBI 2026 diperkirakan dapat mengakomodasi sekitar 2.700 penukar. Pendaftaran periode 2–13 Maret 2026 dibuka mulai 27 Februari 2026 pukul 09.00 WITA melalui jaringan bank terdaftar maupun layanan kas keliling BI.

Bank Indonesia mengimbau masyarakat menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk memastikan keaslian uang, berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan, serta menukarkan uang melalui layanan resmi guna menghindari pungutan liar dan risiko uang palsu. (*)