AyoTau, Parigi Moutong – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong melaksanakan kegiatan Perencanaan dan Edukasi Keluarga Sejahtera dalam Menurunkan Stunting serta Pendampingan Pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Puskesmas Sinui, Kecamatan Sinui, Kabupaten Parigi Moutong tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan kepada keluarga berisiko stunting berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Budi Lamaka, Kegiatan diikuti oleh 45 peserta yang terdiri atas pasangan usia subur (PUS), ibu hamil, ibu menyusui, serta calon pengantin (catin). Selain itu, sebanyak 50 keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan telur yang sasarannya ditetapkan berdasarkan data DTSEN Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga sebagai salah satu strategi pencegahan stunting. Melalui pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, masyarakat diharapkan mampu merencanakan kehamilan secara sehat dan bertanggung jawab.
Selain itu, edukasi yang diberikan juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), sehingga pasangan usia subur dapat memilih metode kontrasepsi yang aman, efektif, dan sesuai kebutuhan.
Perencanaan keluarga yang baik dinilai berperan penting dalam mencegah kehamilan pada usia terlalu muda, terlalu tua, jarak kelahiran yang terlalu dekat, maupun jumlah kelahiran yang terlalu banyak. Faktor-faktor tersebut diketahui memiliki keterkaitan dengan meningkatnya risiko stunting pada anak.
Pada kesempatan yang sama, DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah juga melakukan pendampingan pelayanan KB MKJP kepada lima akseptor. Seluruh peserta pelayanan memilih metode kontrasepsi implan sebagai alat kontrasepsi jangka panjang yang dinilai efektif dalam mengatur kehamilan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan stunting dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang KB DP3AP2KB Kabupaten Parigi Moutong, Camat Sinui, Kepala Puskesmas Sinui, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Kecamatan Sinui, Koordinator Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Sinui, serta para kader pendamping keluarga.(*)












