AyoTau, Banggai – Pengalaman hidup dalam keterbatasan ekonomi menjadi salah satu alasan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, memperjuangkan akses pendidikan tinggi melalui program Berani Cerdas.
Hal tersebut disampaikan Anwar saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Luwuk, Kabupaten Banggai, Rabu (4/11/2026).
Di hadapan mahasiswa dan civitas akademika, Anwar menceritakan pengalamannya menjadi buruh bongkar muat demi membiayai kuliah karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami beratnya perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, terutama ketika harus membayar biaya perkuliahan.
“Saya tidak mau ada anak Sulteng yang merasakan penderitaan saya. Orang tua setengah mati kalau anaknya sudah minta uang untuk bayar uang kuliah,” ungkapnya.
Menurut Anwar, pendidikan harus menjadi kesempatan yang dapat diakses seluruh anak, bukan hanya mereka yang berasal dari keluarga mampu.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menghadirkan program Berani Cerdas sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Alokasi anggaran program tersebut kini telah mencapai Rp367 miliar yang bersumber dari APBD Sulawesi Tengah.
Ia berharap program tersebut dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Di hadapan mahasiswa, Anwar juga berpesan agar kesempatan memperoleh pendidikan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, keberhasilan akademik harus disertai akhlak, kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab. (*)






