AyoTau, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan ekonomi Sulawesi Tengah tetap tumbuh kuat di tengah tekanan global dan berkurangnya transfer dana pusat.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah di Sriti Convention Hall, Kamis (7/5/2026).
Anwar menyebut pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 8,32 persen secara tahunan, ditopang sektor industri pengolahan dan ekspor.
Meski APBD mengalami penurunan akibat berkurangnya transfer pusat, Anwar optimistis ekonomi daerah tetap kuat karena didukung sektor produktif dan investasi.
“Kita tidak lagi hanya fokus pada industri pengolahan nikel. Kita mulai fokus memperkuat pertanian dan perikanan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan Pemprov Sulteng tengah menyiapkan kerja sama sister city dengan Provinsi Hainan dan Sichuan di Tiongkok untuk pengembangan sektor pertanian dan perikanan bersama Universitas Tadulako.
Selain itu, Anwar juga menyoroti angka kemiskinan dan rumah tidak layak huni yang masih tinggi di sejumlah daerah seperti Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Tojo Una-Una. (*)













