AyoTau, Sigi – Anggota Komisi III DPRD Provini Sulawesi Tengah, Musliman Malappa, mengungkapkan bahwa pertanian masih menjadi pilar utama kehidupan masyarakat. Menurutnya, petani adalah pahlawan pangan yang menjaga ketahanan daerah bahkan bangsa.
“Atas nama pimpinan dan anggota DPRD, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petani Kabupaten Sigi. Keberhasilan panen ini tidak terlepas dari sinergi pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak, sehingga pertanian terus berjalan dan menghasilkan yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Musliman saat Panen Raya di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kamis 4 September 2025.
Acara ini dihadiri Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen J. Binsar Parluhutan Sianipar, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nelson Metubun, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna, serta sejumlah pejabat teknis. Hadir pula anggota DPRD Sulteng Dapil Donggala–Sigi, Hendri Kusuma Muhidin.
Musliman menegaskan, momentum panen raya harus menjadi pengingat pentingnya penguatan sektor pertanian. DPRD Sulteng, katanya, berkomitmen mendukung program pembangunan pertanian, baik penyediaan sarana produksi, irigasi, akses pasar, maupun peningkatan kapasitas petani.
“Kami percaya dengan kebijakan yang tepat, sektor pertanian di Sigi dan Sulteng akan semakin maju dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” jelasnya.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, dalam kesempatan itu memaparkan kondisi pertanian daerahnya. Dari total luas sawah 1.609 hektare, 500 hektare telah dipanen, sementara lebih dari 1.000 hektare akan menyusul pada Senin mendatang.
“Fokus utama Sigi adalah pertanian dan pariwisata. Kami bertekad menjadi kabupaten pertanian sejati karena tidak memiliki laut,” kata Rizal.
Ia menambahkan, tantangan hama empari berhasil diatasi lewat strategi tanam serempak. Bahkan berkat ketersediaan air, 9–10 kelompok tani di Sigi mampu panen hingga tiga kali setahun.
Meski begitu, Bupati menyuarakan aspirasi penting, termasuk kekurangan alat dan mesin pertanian (alsintan), kebutuhan subsidi asuransi pertanian, serta regulasi yang saat ini membatasi kepala daerah membeli pupuk dan alsintan secara langsung.
Dirjen Tanaman Pangan menyatakan dukungan penuh terhadap program pertanian Sigi dan siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Aspirasi tersebut langsung ditanggapi Gubernur Anwar Hafid dengan meluncurkan program bantuan melalui Berani Makmur tahun 2025.(win)







