AyoTau, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat menindaklanjuti hasil Rapat Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah pada Program 3 Juta Rumah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera mempercepat pengusulan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perkimtan Sulawesi Tengah, Dr. Akris Fatta Yunus, mengatakan instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti melalui Rapat Teknis Pengusulan BSPS yang digelar pada 7 Juli 2026 dan diikuti seluruh Dinas Perkim Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah.
“Hasil rapat antara lain mendorong percepatan penginputan data BNBA Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke aplikasi MyPKP untuk memenuhi kuota Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 5.977 unit pada tahun 2026,” kata Akris kepada media, Selasa (7/7/2026).
Mantan Kepala BPBD Sulawesi Tengah dan Kabupaten Donggala itu menjelaskan, pemerintah kabupaten dan kota diberi batas waktu hingga 11 Juli 2026 untuk menyampaikan usulan agar proses verifikasi dan penetapan penerima bantuan dapat berjalan sesuai jadwal.
Menurut Akris, program peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui BSPS sejalan dengan Program Prioritas BERANI Sejahtera, khususnya program BERANI Bedah Rumah, yang bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang layak.
Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat miskin yang masuk dalam kategori Desil 1, Desil 2, Desil 3, dan Desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Realisasi Program BERANI Bedah Rumah di Sulawesi Tengah difokuskan untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem melalui renovasi Rumah Tidak Layak Huni, mulai dari kelompok sangat miskin, miskin, rentan miskin hingga hampir miskin,” ujar Akris. (*)







