Ayotau, Palu- Petugas Haji Sulteng, H. Abdul Haris mengungkapkan, tahun ini jemaah haji termuda berasal dari Kota Palu, atas nama Andi Mardiah jenis kelamin perempuan, yang usianya 18 tahun.
“Andi Mardiah ini, jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 9 BPN, yang jadwal penerbanganya ke Embarkasi Balikpapan (BPN) di Trip satu, pada pukul 13.00 Wita,” kata Haris, di Asrama Haji Transit Palu, Jumat, 24 Mei 2024.
Selain itu, kata Haris, untuk jemaah haji yang usia paling tertua yakni 95 tahun, berasal dari Kabupaten Morowali tergabung pada Kloter 10 BPN, atas nama Bakir Pogadea Kulusubi.
“Sejak kemarin dan hari ini, yang masuk di Asrama Haji Transit Palu, Kloter 8 BPN dan 9 BPN, sejauh ini belum ada laporan mengenai jemaah haji yang sakit atau batal berangkat ke Embarkasi Balikpapan,” ujarnya.
Haris mengatakan, pihaknya bersyukur karena semua jemaah haji, masih dalam keadaan sehat walafiat.
“Semoga semua jemaah haji bisa berangkat ke tanah suci tidak ada yang tertinggal, disebabkan karena sakit atau kendala lain sebagainya,” katanya.
Olehnya itu, Haris mengimbau, kepada semua jemaah haji mempersiapkan diri dengan baik, jaga kesehatan fisik. Jangan melakukan aktivitas yang berlebihan.
Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Sulteng, H. Ulyas Taha mengharapkan, jemaah haji agar mempersiapkan diri dengan baik khususnya dalam memperdalam manasik, membaca buku-buku manasik yang diberikan oleh Kementerian Agama.
“Disamping itu tentu yang mereka sudah mendapatkan bimbingan, baik dari KBIHU maupun dari kelompok tertentu atau secara pribadi dari Ustadz atau Imam dalam hal manasik, saya harap lebih diperdalam lagi melalui bacaan buku yang telah diberikan Kementerian Agama,” ujarnya.
Ulyas mengaku, sering menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan pedoman manasik haji, dan ini harus dipedomani.
“Tidak boleh kita mempedomani, selain buku pedoman manasik haji yang diberikan oleh Kemenag, karena buku manasik haji di beberapa negara-negara itu berbeda selain yang ada di Indonesia. Maka saya selalu menyatakan, jemaah haji harus berpedoman terhadap buku manasik haji yang diterbitkan oleh Kemenag,” imbuhnya.
Ulyas mengatakan, jika sudah memahami manasik dengan baik, tentu haji akan sempurna dan kesempurnaan haji itu justru akan membawa kepada haji mabrur, yang selama ini di idam-idamkan. Oleh sebab itu semua ini harus diperhatikan dengan betul-betul. (del)








Komentar