Sinergitas Pemangku Kepentingan Untuk Posyandu Keluarga Inklusi

AyoTau, Palu – Yayasan Ekologi Nusantara Lestari (EKONESIA) atas dukungan dari Yayasan Sheep Indonesia (YSI), secara simultan menyelenggarakan lokakarya tentang posyandu keluarga inklusi, 7-8 Juni 2023.

Lokakaryya Sinergitas Pemangku Kepentingan Posyandu Keluarga Inklusi untuk Kota Palu dan Kabupaten Sigi disatukan penyelenggaraannya pada tanggal 7 Juni 2023, bertempat di Hotel Parama Su, Palu. Sedangkan untuk Kabupaten Donggala pada tanggal 8 Juni 2023, bertempat di Hotel Dwi Mulia, Palu.

Direktur EKONESIA Azmi Sirajuddin dalam pemaparannya menyatakan, saat ini penting membangun sinergitas pemanku kepentingan diseluruh level agar posyandu keluarga yang ada di tingkat desa/kelurahan dapat bertransformasi menjadi posyandu keluarga inklusi.

Hal senada juga diutarakan Kepala Bappeda Kota Palu, Arfan, bahwa pemerintah Kota Palu telah memiliki agenda pembangunan yang selaras dengan posyandu keluarga inklusi.

Hal itu dapat dilihat dari Visi Walikota Palu saat ini, yaitu “Membangun Kota Palu yang mandiri, aman dan nyaman, tangguh serta profesional dalam konteks pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal dan keagamaan”.

Di samping itu, sejalan pula dengan Misi Ketiga yaitu “Mengembangkan sumber daya manusia yang tangguh menghadapi perkembangan global dan mampu beradaptasi terhadap bencana dan Covid-19.

Saat ini, terdapat 226 posyandu yang tersebar di 48 kelurahan di Kota Palu. Selain itu, terdapat 2 Puskesmas yang jadi percontohan untuk kategori Puskesmas ramah disabilitas, yaitu Puskesmas Panau di Kecamatan Tawaili dan Puskesmas Talise di Kecamatan Mantikulore.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupatem Sigi, dr Rika juga menyampaikan, pemerintah Kabupaten Sigi juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat Puskesmas dan Posyandu.

Saat ini, terdapat 357 Posyandu di Kabupaten Sigi yang telah melayani hampir semua kategori SPM yang ada. Bahkan Puskesmas Baluase di Kecamatan Dolo Selatan pada tahun 2022 capaian SPM nya hampir 100 persen.

Selain itu, posyandu keluarga yang ada di Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan, juga menjadi percontohan posyamdu inklusi.

Untuk Kabupaten Donggala, perencanaan pembangunan sektor kesehatan telah ditetapkan di dalam dokumen perencanan pembangunan daerah. Menurut perwakilan BAPPEDA Donggala, terdapat 117 Milyar Rupiah yang telah direncankan untuk sektor kesehatan. Dimana sekitar Rp78 Milyar telah masuk RKPD OPD terkait, yaitu Dinas Kesehatan.

Pihak Dinas Kesehatan Donggala menyatakan bahwa besaran anggaran itu dipergunakan untuk mendukung peningktan kulitas pelayanan kesehatan primer, termasuk mendukung keberadaan posyandu keluarga untuk inklusif dalam pelayanan.

Dari sekitar 400 posyandu yang ada, beberapa telah menjadi perhatian pemerintah untuk diperkuat sebagai posyandu kelurga inllusi.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Sheep Indonesia (YSI) Martin D Silaban dan Hariyoso menyatakan bahwa tujuan posyandu kelurga inklusi adalah melayani semua warga secara inklusif, tersedianya fasilitas dan akomodasi pendukung untuk kelompok rentan.dan disabilitas, serta adanya sinergitas para pihak untuk mendorong pelayanan kesehatan primer di tingkat tapak lebih inklusif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *