Sekretaris DPRD Sulteng Sosialisasikan Penginputan Pokir Lewat SIPD

AyoTau, Palu – Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulteng menggelar sosialisasi tentang mekanisme Penyusunan dan Penginputan Pokok-Pokok Pikiran (P2 Pokir) DPRD Tahun 2025 melalui aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

Acara sosialisasi, yang digelar di Palu pada Senin (4/3/2024), dibuka oleh Sekretaris Provinsi Sulteng, Novalina, dan dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Provinsi Sulteng. Hadir pula Plt. Sekretaris DPRD Sulteng, Sony S.Sos, serta Kabag Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan, Joice Sagita Novianti, SE., MM, beserta pejabat fungsional, sekretaris dan Kasub Program, Keuangan DPRD dari kabupaten/kota se-Sulteng.

Turut hadir juga para staf operator pengimput pokir dan sejumlah pejabat di Sekretariat DPRD Provinsi Sulteng.

Narasumber dalam acara tersebut antara lain Analis Perencana dari Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Rino Rio Kent, yang membahas mekanisme pokir, serta Kabid Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Sulteng, Moh Rivan Burase, dan Siti Rahmawati.

Sekprov Sulteng, Novalina, menyatakan bahwa sosialisasi P2 Pokir sangat penting untuk menyamakan persepsi dan menyesuaikan dengan aturan serta program prioritas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025.

“Novalina menjelaskan bahwa revisi pokir dan penyusunan kamus pokir dilakukan untuk menyesuaikan dengan program Pemprov saat ini. Dia juga membahas perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pokir DPRD, termasuk masalah pokir yang salah kamar dan tidak terealisasi karena persyaratan tidak lengkap.

Menurutnya, sesuai dengan edaran KPK, semua usulan pokir harus sesuai dengan hasil reses dan dijelaskan dalam RKPD Tahun 2025. “Jika tidak tercantum dalam RKPD, maka usulan tersebut tidak dapat dimasukkan,” ujarnya.

“Lebih lanjut, Novalina menggambarkan bahwa pokir yang tidak terfokus tidak akan berdampak signifikan dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan,” tambahnya.(*/win)

Komentar