Pemprov: Perusahaan Pekerja Tersengat Listrik Terancam Sanksi

Ayotau, Palu- Delapan pekerja yang tersengat listrik saat memasang tiang dan lampu penerangan jalan umum (PJU) di bilangan Soekarno Hatta Kota Palu dipastikan tidak bisa mendapat santunan ketenagakerjaan.

“Saya turut berduka cita untuk korban meninggal dunia dan semoga pekerja yang selamat cepat pulih. Laporan yang saya terima, mereka belum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Jadi tidak bisa mendapat santunan kematian atau santunan lainnya yang terkait kecelakaan kerja,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulteng, Drs Arnold Firdaus MTP, di Palu, Selasa 6 September 2022.

Arnold mengungkapkan peristiwa yang dialami delapan pekerja menjadi perhatian bagi pihaknya. Terlebih para pekerja tersebut yang belum tercover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketengakerjaan setempat.

Menurut Arnold, pihaknya akan melakukan pendalaman tidak terdaftarnya pekerja tersebut dalam program BPJS Ketengakerjaan. Telah ditunjuk salah satu PPNS Disnakertrans Provinsi Sulteng untuk menangani persoalan ini.

Langkah pertama, akan dilakukan pemanggilan kepada pihak perusahaan yang menaungi delapan pekerja tersengat listrik. Disnakertrans Provinsi Sulteng mencatat perusahaan dimaksud yaitu CV Wahyu Tunggal Jaya dengan pemilik atas nama Sri Wahyuni yang berkantor di Kota Palu.

Kepala Disnakertrans menyebut jika terbukti CV Wahyu Tunggal Jaya lalai tidak mendaftarkan karyawannya masuk BPJS Ketengakerjaan, maka akan diberikan sanksi. Sanksi dimaksud mulai kategori ringan berupa teguran dan seterusnya menyesuikan hasil klarifikasi pihak perusahaan.

“Kami harus panggil dulu pemilik CV Wahyu Tunggal Jaya untuk mendengar keterangan. Informasi yang kami terima kasus ini juga sudah ditangani Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu,” tandas Arnold.

Diketahui, peristiwa naas dialami delapan pekerja CV Wahyu Tunggal Jaya saat memasang tiang dan lampu PJU di jalan Soekarno Hatta Kota Palu pada Senin 5 September 2022. Akibat kejadian ini, tiga orang meregang nyawa dan lima lainnya harus dirawat intensif karena tersengat listrik tegangan tinggi. (JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *