oleh

Pemprov Harap DD Dukung Ketahanan Pangan

Ayotau, Palu- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulteng, Drs H Mohamad Nadir M. Si, mengharapkan Dana Desa (DD) mampu mendukung kegiatan ketahanan pangan masyarakat desa.

“Penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan perlu dipastikan berjalan efektif.  Jadikanlah desa sebagai lumbung pangan maka kemandirian pangan desa dapat tercapai,” ucap Nadir saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis Bagi Penyuluh/Staf Lapangan Kegiatan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) di Aula Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kamis 28 Juli 2022.

Nadir mengatakan penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan perlu dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat desa memiliki kebutuhan pangan secara mandiri.

Sebagaimana diketahui, dana desa dapat digunakan untuk ketahanan pangan dan hewani sebesar 20% (dua puluh persen) yang telah diatur dalam Peraturan Presiden no 104 tahun 2021 tentang rincian APBN tahun 2022.

Kebijakan dari pusat perlu dioptimalkan untuk pengembangan potensi desa dan kawasan melalui berbagai macam komoditas pangan dengan memanfaatkan lahan desa atau lahan masyarakat.

Selaku Kepala Dinas PMD, Nadir memberikan dukungannya terhadap program IPDMIP yang dapat menjadi salah satu cara meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga kesejahteraan petani meningkat.

“Kalau produktivitas meningkat, pendapatan petani juga meningkat, masyarakat akan sejahtera,” tutur Nadir.

Dia menambahkan tugas dan fungsi Dinas PMD Sulteng yaitu melakukan pembinaan terhadap Lembaga Kemasyarakat Desa dimana salah satunya melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Pada Tim Penggerak PKK secara substansi yang memiliki korelasi langsung terhadap penyuluhan pertanian perdesaan adalah pokja III yaitu pelaksanaan program ketahanan keluarga di bidang pangan, sandang, perumahan, dan tata laksana keluarga. (JT)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.