AYOTAU, PALU – Nadhirah Seha Nur SP M.Si dan Ridha Saleh S.Sos MH, mendapat dukungan menjadi calon Presidium KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Periode 2022-2027. Adapun pemilihan Presidium bagian dari agenda Musyawarah Nasional (Munas) XI KAHMI di Palu, Sulawesi Tengah, pada malam ini, Sabtu 26 November 2022.
Dukungan disampaikan Pengamat Kebijakan Publik, Dr Irwan Waris M.Si, yang juga selaku warga Palu. Nadhirah dianggap bisa menjadi keterwakilan perempuan menduduki satu dari sembilan kursi Presidium KAHMI.
“Kita dukung ibu Nadhirah dalam konteks keterwakilan perempuan. Kenapa harus ada perempuan? Karena kita melihat perempuan Indonesia belum didorong penuh untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Nah kita melihat melalui KAHMI ada kesempatan untuk mendorong perempuan dalam partisipasi pembangunan,” ujar Irwan di Palu, Sabtu 26 November sore.
Kapasitas dan kapabilitas Nadhirah disebut telah terbukti pernah menduduki sejumlah jabatan strategis antara lain Presidium MN FORHATI Periode 2012-2017, Ketua Umum KOHATI PB HMI Periode 1997-1999, dan KETUA Umum KOHATI Cabang Kendari Periode 1994-1995.
Dalam posisi pemerintahan, Nadhirah yang lahir di Jeneponto 1969 silam, saat ini dipercaya sebagai Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB RI.
Sebagai calon Presidium, Nadhirah mengusung Visi: “Menjadikan KAHMI sebagai organisasi modern dan profesional berbasis budaya digital, nilai-nilai KEISLAMAN serta KEINDONESIAAN demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi ALLAH SWT”.
Sementara misinya antara lain: Ingin mengembangkan peran anggota KAHMI dalam demokrasi hingga kemakmuran. Ingin meningkatkan penguatan kewirausahaan untuk kemandirian organisasi KAHMI dan kesejahteraan anggota.
Kemudian ingin mendorong penguatan silaturahmi nasional anggota KAHMI melalui seni budaya, olahraga dan ekonomi kreatif.
Sementara Ridha Saleh dalam pengamatan Irwan merupakan sosok yang bisa mewakili wilayah Sulawesi Tengah. Terlebih posisi Ridha yang tengah memangku amanah Tenaga Ahli Gubernur Sulteng Bidang Kemasyarakatan Antar Lembaga dan Hak Asasi Manusia.
Menurut Irwan, kontribusi KAHMI akan semakin strategis dalam pelaksanaan pemerintahan kedepan, utamanya pasca Pemilu 2024. Atas dasar ini, posisi Presidium harus diisi keterwakilan perempuan dan wilayah Sulteng.
“Ini pentingnya ibu Nadhirah harus menjadi Presidium KAHMI Periode 2022-2027. Sementara pak Ridha Saleh mewakili wilayah,” ucap Irwan.
Irwan menambahkan Nadhirah sangat pantas berdampingan dengan Ridha, salah satu putra daerah dari Sulawesi Tengah. Kata Irwan, sudah waktunya Sulteng harus lebih dikenal luas tingkat nasional.
“Ridha Saleh pantas mewakili wilayah. Selama ini kita Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dianggap jauh. Maaf ini, yang dipandang cuma Sulawesi Selatan saja. Kita mau sebagai rakyat yang jauh juga harus diperhatikan, terutama karena sumber daya alam kita sangat banyak,” tutur Irwan.
“Maka untuk memperjuangkan itu, kita perlu orang. Siapa itu? tentu Ridha Saleh. Dia pasti bisa melakukan itu karena nanti anggota KAHMI akan menjadi tokoh-tokoh yang bekerja dibirokrasi Republik Indonesia. Dengan begitu, Indonesia bagian Timur, khususnya Sulawesi Tengah akan benar-benar merasakan manfaat maupun dampak pembangunan. Semoga ini bisa terwujud,” pungkas Irwan. (JT)








Komentar