Kualitas Udara Palu Memburuk, Nurhalis Bagikan Masker

AyoTau, Palu — Kualitas udara di Kota Palu memburuk. Kondisi tersebut mendorong Anggota DPRD Kota Palu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nurhalis Nur, membagikan masker kepada pengguna jalan, terutama anak sekolah dan orang tua yang mengantar mereka, Selasa (6/10/2026).

Pembagian masker dilakukan menyusul hasil pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menunjukkan konsentrasi partikulat udara di Kota Palu berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Asep Firman Ilahi, S.Stat., M.Si., dalam laporan kualitas udara hariannya menyebutkan, pengukuran pada Senin (5/10/2026) dilakukan di Jalan Sapta Marga, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan.

Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 206 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara PM10 tercatat 210 µg/m³ dengan kategori tidak sehat, sedangkan PM1 mencapai 189 µg/m³.

Pengukuran dilakukan secara bergantian. PM1 dipantau pukul 14.20–14.30 WITA, PM2.5 pukul 14.33–14.43 WITA, dan PM10 pukul 14.45–14.55 WITA. Saat pengukuran berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah.

Asep mengatakan, ketiga angka tersebut merupakan nilai pengamatan tertinggi dalam periode tujuh hari yang ditampilkan dalam laporan BMKG.

Jika dibandingkan dengan pengamatan 4 Oktober 2026, konsentrasi PM2.5 meningkat dari 132 menjadi 206 µg/m³. PM10 naik dari 130 menjadi 210 µg/m³, sedangkan PM1 meningkat dari 125 menjadi 189 µg/m³.

Namun, laporan tersebut belum memuat penjelasan mengenai penyebab peningkatan konsentrasi partikulat di lokasi pengukuran.

Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri mengimbau masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu, khususnya saat berada di kawasan padat lalu lintas dan area terbuka yang kering.

Masyarakat juga diingatkan tidak membakar sampah rumah tangga karena asap pembakaran dapat mencemari udara dan mengganggu lingkungan sekitar. Jika nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melampaui 100, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Di tengah kondisi tersebut, Nurhalis membagikan masker kepada pengguna jalan sebagai langkah perlindungan terhadap paparan partikulat, termasuk bagi anak-anak yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah. (*)