Keluhan Minim Penerangan Lampu Jalan Menjadi Sorotan

Palu – Keluhan mengenai minimnya penerangan lampu jalan di Jalan Batu Bata Indah, Kelurahan Tatura Selatan, menjadi sorotan saat reses atau pertemuan aspirasi dengan anggota DPRD Kota Palu, Joppi Alvi Kekung, pada Selasa 30 Januari 2024. Seorang ibu yang tinggal di sana mengemukakan kekhawatiran akan potensi kejadian yang tidak diinginkan akibat minimnya penerangan di sekitar lokasi, terutama di jalan yang sering dijadikan tempat berkumpul anak muda.

“Saya pernah menegur mereka. Tapi keesokan harinya rumah saya dilempari, jadi saya mohon perhatian khusus terhadap penerangan di sekitar lokasi itu, Pak,” ungkapnya.

Selain itu, warga yang hadir juga mengeluhkan keterlambatan pengangkutan sampah oleh petugas kebersihan.

Sampah yang sering kali tidak segera diangkut menimbulkan bau tak sedap dan sering mengganggu aktivitas warga.

“Kalau mungkin pengangkutan sampah bisa dilakukan setiap hari, jangan sekali-kali dilakukan empat hari sekali. Kami sudah membayar retribusi, tetapi pelayanannya masih sangat lambat,” kata salah seorang warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Joppi menjelaskan terkait program pemasangan lampu penerangan jalan yang akan kembali dilanjutkan tahun ini. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat aktif mengusulkan lokasi yang akan dipasangi lampu.

“Program terkait pemasangan lampu penerangan jalan sudah habis tahun lalu. Namun, tahun ini program tersebut akan dilanjutkan kembali. Jadi, masyarakat bisa menyampaikan lokasi-lokasi yang masih memerlukan penerangan, dan saya akan mencoba untuk membantu melalui koordinasi dengan dinas terkait,” kata Joppi.

Sementara terkait pengangkutan sampah, Joppi meminta agar warga aktif menyampaikan keluhan mereka ke RT setempat. Sebagai anggota DPRD, ia bersama 34 anggota DPRD lainnya telah menyetujui penambahan anggaran terkait pengangkutan sampah.

“Kami di DPRD tidak pernah membatasi pemerintah terkait masalah sampah ini. Kami bahkan telah menyetujui penambahan anggaran untuk pembelian mobil pengangkut sampah agar pelayanannya lebih optimal. Namun, jika masih ada masalah seperti ini, masyarakat bisa langsung berkoordinasi dengan RT, karena biasanya mereka langsung menghubungi petugas terkait,” jelas Joppi.

Politisi dari PDI Perjuangan ini juga menegaskan kesiapannya untuk mendukung setiap usulan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, baik melalui bantuan modal usaha, bantuan untuk UMKM, maupun bantuan untuk kelompok. (*/win)

Komentar