Disuntik Vaksin, Kankemenag Bangkep Tak Rasa Dampak Negatif

Ayotau, Bangkep – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan, H. Junaidin, mengikuti kegiatan pencanangan vaksin Covid-19 di Kantor Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin, 8 Februari 2021.

Kankemenag Bangkep menjadi salah satu penerima vaksin tahap pertama di jajaran pejabat di lingkungan Banggai Kepulauan. Junaidin mengaku tidak merasakan dampak negatif usai menerima vaksin.

Dalam kegiatan ini, Junaidin bertindak sebagai pemimpin do’a sebelum penyuntikan vaksin dilakukan.

“Mari kita selalu mengharap Ridha dari yang Maha Kuasa agar pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan dengan lancar,” imbaunya.

“Saya bersama beberapa perwakilan dari pejabat daerah Kabupaten Banggai Kepulauan mengikuti kegiatan pencanangan Vaksinasi Covid-19 yang pertama kali diadakan di Kabupaten Bangkep” kata Junaidin usai menerima vaksin di Kantor Bupati Bangkep.

Sebelum divaksin, Kankemenag Bangkep dan yang lainnya terlebih dahulu di screening untuk dilakukan pemeriksaan kondisi kesahatan dan mengidentifikasi penyakit penyerta. Setelah dinyatakan sehat oleh petugas dari Dinas Kesehatan, barulah diberikan vaksin Covid-19.

“Setelah menerima vaksin, kami terlebih dahulu diobservasi selama 30 Menit, Alhamdulillah saya tidak merasakan efek samping ataupun dampak negatif, namun sedikit mengantuk. Untuk itu kami meminta dukungan dari semua pihak agar kedepan kami masih dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Junaidin berharap, agar seluruh masyarakat khususnya jajaran Kantor kementerian Agama Kabupaten Banggai Kepulauan untuk tidak takut divaksin, untuk mencegah penyebaran, virus Covid-19.

“Sebagai ASN Kementerian Agama, diharapkan dapat mengambil bagian bersama-sama pemerintah untuk melawan penyebaran Covid-19, salah satunya dengan ikut serta dalam vaksinasi Covid-19. Ini sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk melawan penyebaran wabah Covid 19,” katanya.

Selain itu Junaidin, mengajak untuk tetap patuhi protokol kesehatan dengan cara mematuhi 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed